Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Jokowi Terima Tim Perancang RUU KUHP

Tim perancang Rancangan Undang-undangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan sejumlah perkembangan terbaru mengenai RUU tersebut.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  16:17 WIB
Presiden Jokowi Terima Tim Perancang RUU KUHP
Presiden Joko Widodo - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA --- Presiden Joko Widodo hari ini bertemu dengan Tim perancang RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Tim perancang RUU KUHP menemui Presiden Jokowi untuk melaporkan sejumlah perkembangan terbaru mengenai RUU tersebut.

Salah satu perancang RUU KUHP yang juga Mantan Menteri Kehakiman, Muladi, menyatakan Presiden sangat memperhatikan kritik-kritik yang dilemparkan masyarakat terhadap KUHP.

Muladi menilai kritik-kritik dari masyarakat itu bersifat sporadis namun tetap harus diperhatikan. "Sporadis itu karena sepotong-potong," katanya di Kantor Presiden, Rabu (7/3/2018).

Muladi mengatakan RUU KUHP ini perlu dilihat sebagai suatu bangunan besar atau grand design sebagai upaya rekodifikasi. Penyusunan RUU KUHP ini, menurutnya, merupakan bagian dari dekolonialiasi atau menghapus citra kolonial dalam KUHP.

Seperti diketahui, RUU KUHP mendapat kritik dari sejumlah pihak terutama mengenai pengaturan penghinaan presiden, hukuman mati, LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transjender) dan sebagainya.

Muladi mengatakan RUU KUHP ini sudah dibicarakan lebih dari 40 tahun. "Saya sendiri terlibat hampir selama 35 tahun," kata mantan Rektor Universitas Diponegoro ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ruu kuhp Presiden Joko Widodo
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top