SNMPTN 2018 : Empat Cara Mengatasi Stres pada Siswa

Seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2018 mulai dibuka pada 20 Februari 2018.
JIBI | 22 Februari 2018 06:11 WIB
Ilustrasi - Mirror.co.uk

Kabar24.com, JAKARTA - Seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau   SNMPTN 2018 mulai dibuka pada 20 Februari 2018.

SNMPTN merupakan seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik siswa yang bersumber dari Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Seperti diberitakan, Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2018, Ravik Karsidi, distribusi jumlah alokasi daya tampung pada setiap program studi di PTN tidak berubah dengan tahun 2017,  yaitu paling sedikit 30 persen.

Ravik juga menuturkan jumlah peserta akan ditingkatkan dari tahun lalu yang sebelumnya berjumlah 130.854 orang siswa dari 14.397 sekolah. Dia memperkirakan pendaftar SNMPTN 2018 akan lebih dari 800 ribu orang.

“Tahun ini akan lebih ekstensif,” tutur Ravik.

Dengan bertambahnya kuota, persaingan SNMPTN 2018 akan semakin ketat. Hal ini tentu akan menjadi beban tersendiri bagi para siswa. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu anak melewati masa kritis dalam seleksi nasional ini. Sebab, sama halnya seperit orang tua, anak juga bisa berurusan dengan stres.

Menurut psikoterapis Lynn Lyons, stres pada anak merupakan hal yang normal. Kunci utama untuk membantu mereka mengatasi stres adalah dengan membimbing mereka.

“Jika mereka tidak diajarkan bagaimana caranya untuk mengendalikan stres, mereka akan menyelesaikan masalah dengan cara yang salah, seperti makan berlebihan, memakai narkoba, dan mengkonsumsi alkohol.”

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak melewati masa-masa stres seperti dikutip dari berbagai sumber berikut, ini :

1. Tidur cukup
Idealnya, remaja harus tidur selama 9 jam. Akan tetapi, remaja umumnya kesulitan memenuhi waktu tidur ideal tersebut karena memiliki banyak kewajiban dan aktivitas, seperti belajar, pergi les, bergaul, dan lain-lain. Karena itu, penting bagi mereka untuk mendapat tidur yang berkualitas dengan waktu terbatas. Untuk mendapat tidur berkualitas, jauhkan anak dari televisi dan gawai sebelum tidur serta hindari aktivitas dengan intensitas tinggi sebelum tidur. Selain itu, ingatkan anak untuk menghindari kafein bahkan di siang hari.

2. Lakukan banyak aktivitas fiisk

Aktivitas fisik merupakan cara efektif untuk menurunkan tingkat stres. Aktivitas tidak harus selalu melakukan olahraga intens seperti lari atau jogging. Coba beri saran anak untuk melakukan aktivitas seperti yoga, main sepeda, jalan, dan sebagainya. Bentuk aktivitas yang terbaik adalah aktivitas yang melibatkan orang lain agar mereka sekaligus dapat bersosialisasi, seperti basket, bulu tangkis, dan sebagainya. Dengan begitu, mereka akan merasa senang.

3. Bersifat terbuka

Stres akan lebih mudah dikendalikan jika seseorang bersifat terbuka pada orang lain. Dalam artian, ia tidak segan untuk bercerita dan mencari solusi dari orang-orang di sekitarnya. Arahkan anak untuk bicara dengan orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya yang mereka percaya jika mereka menemukan jalan buntu.

4. Berikan mereka waktu untuk istirahat dan bersantai

Anak akan merasa tertekan dengan ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri. Untuk mengurangi stress, biarkan anak melakukan hal yang ia sukai, seperti mendengarkan musik, nonton film, menggambar, membaca, dan lain-lain. Anda juga bisa mengajak mereka pergi atau membiarkan anak pergi dengan teman-temannya. Hanya saja, pastikan Anda tetap memantau anak dari rumah.

 

 

Sumber : Tempo

Tag : snmptn
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top