Tak Perlu Izin Lelaki, Wanita Arab Saudi Bebas Buka Usaha Sendiri

Perempuan Arab Saudi mulai saat ini akan diperkenankan untuk membuka usaha sendiri tanpa perlu izin dari kerabat pria, demikian laporan harian lokal Al-Arabiya.
JIBI | 19 Februari 2018 08:55 WIB
Wanita Arab Saudi mengemudi - Ilustrasi/NDTV.com

Bisnis.com, RIYADH - Perempuan Arab Saudi mulai saat ini akan diperkenankan untuk membuka usaha sendiri tanpa perlu izin dari kerabat pria, demikian laporan harian lokal Al-Arabiya.

Selain membuka masyarakat, Pemerintah Arab Saudi berusaha mencapai--terutama pembahasan kesetaraan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan--keputusan tersebut juga muncul memenuhi keperluan sektor swasta, yang tumbuh cepat.

Perubahan dalam kebijakan itu juga merupakan langkah maju yang menjauh dari sistem perwalian ketat yang diberlakukan atas perempuan selama beberapa dasawarsa.

"Perempuan sekarang bisa melancarkan usaha mereka sendiri dan mendapat keuntungan dari layanan elektronik (pemerintah) tanpa memerlukan izin dari seorang wali," kata Kementerian Perdagangan dan Penanamdan modal di jerjaringnya, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (19/2/2018).

Berdasarkan sistem perwalian di Arab Saudi, perempuan diharuskan menyerahkan bukti izin dari seorang wali pria--yang biasanya adalah suami, ayah atau saudara lelaki--untuk mengisi kertas kerja pemerintah, melakukan perjalanan atau mendaftar sekolah," katanya.

Arab Saudi, yang lama bergantung atas produksi minyak mentah sebagai sumber penghasilan ekonomi, mendorong untuk mengembangkan sektor swasta di negeri itu, termasuk perluasan lapangan kerja buat perempuan berdasarkan rencana pembaruan bagi era pascaminyak.

Kantor Jaksa Agung Arab Saudi pada Februari menyatakan, kantor tersebut juga akan mulai merekrut perempuan sebagai penyelidik untuk pertama kali.

Kerajaan tersebut juga membuka 140 posisi buat perempuan di bandar udara dan tempat penyeberangan perbatasan, dan untuk pertama kali dalam sejarah pemerintah negeri itu menyatakan 107.000 perempuan telah mengajukan lamaran.

Tag : ekonomi, arab saudi, perempuan, gender
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top