Sumsel Tata Kembali Hutan Konservasi

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) berupaya menata kembali hutan konservasi yang telah mengalami degradasi akibat pembukaan lahan di provinsi itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 16 Februari 2018  |  10:50 WIB
Sumsel Tata Kembali Hutan Konservasi
Staf Khusus Gubernur Sumatra Selatan Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani menanam bibit pohon saat acara peresmian Forum Dangku-Meranti. - JIBI/Dinda Wulandari

Kabar24.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel)  berupaya menata kembali hutan konservasi yang telah mengalami degradasi akibat pembukaan lahan di provinsi itu.

Staff Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani mengatakan pihaknya gencar menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukaan penataan hutan-hutan konservasi.

“Kami mengelola lahan berbasis lanskap  untuk secara bertahap menata hutan-hutan konservasi. Termasuk [menata] masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut,” katanya, usai meresmikan forum Dangku-Meranti, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, Sumsel adalah provinsi pertama yang melakukan pengelolaan lahan berbasis lanskap di Indonesia dan KELOLA Sendang adalah program pertama yang menerapkan pengelolaan berbasis lanskap tersebut.

Untuk mendukung pengelolaan berbasis lanskap pembangunan hijau, dibentuklah forum Dangku-Meranti.

Forum Dangku-Meranti ini mencangkup dua kawasan, kawasan konservasi dan kawasan hutan produksi.

“Melalui forum ini diharapkan dapat menjembatani berbagai pihak dan kepentingan, kemudian mencari solusi bersama sehingga tujuan pelestarian hutan, penyediaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat dapat selaras dengan program yang dijalankan,” jelasnya.

Sementara itu, Wan Kamil, Kepala KPHP Meranti didampingi Ahmad Badawi, Kades Pangkalan Bulian mengatakan, Forum Dangku-Meranti bermaksud mendorong komunikasi dan koordinasi para pihak untuk mendukung tersedianya data, informasi, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi terpadu, serta mendukung kemitraan sektor publik, swasta, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan.

Forum Dangku-Meranti pada awalnya diinisasi oleh pemerintah, lembaga non pemerintah, perusahaan swasta serta masyarakat yang tinggal maupun berkegiatan di sekitar Suaka Margasatwa (SM) Dangku yang berupaya untuk meningkatan pengelolaan lingkungan di  Lanskap Dangku-Meranti.

BKSDA Sumatera Selatan sebagai penanggung jawab pengelolaan  kawasan dan perlindungan satwa di Dangku mendukung berdirinya Forum Konservasi untuk Lanskap Dangku.

"Kita hanya ingin bagaimana masyarakat bisa menjaga hutan secara bersama, mencintai hutan agar bisa diwariskan ke anak cucu. Kelembagaan multi-pihak berperan serta dalam pengelolaan lanskap di Dangku-Meranti, Sumsel," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top