Warga Keturunan Tionghoa Doakan Indonesia Rukun dan Damai di Tahun Politik

Warga keturunan Tionghoa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendoakan agar Indonesia selalu rukun dan damai pada tahun politik karena akan digelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada 27 Juni 2018.
Newswire | 16 Februari 2018 15:19 WIB
Para bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP (kiri ke kanan) Irjen Pol Safaruddin (cagub Kaltim), Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas (pilkada Sumsel), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (pilkada Jabar), Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (pilkada Sumut), Ganjar Pranowo (cagub Jateng), dan Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot (pilkada Kalbar) berfoto bersama di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7 - 1). PDIP resmi mengumumkan para cagub dan cawagub enam provinsi ya

Kabar24.com, MATARAM  - Warga keturunan Tionghoa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendoakan agar Indonesia selalu rukun dan damai pada tahun politik karena akan digelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada 27 Juni 2018.

"Sekarang tahun 'Anjing Tanah' yang suka berkelahi. Untuk itu, kami mendoakan agar tahun ini penuh kedamaian," kata Kevin Suhendra, ketika ditemui usai mengadakan persembahnyangan di Klenteng Po Hwa Kong, atau Vihara Bodhi Dharma, di Jalan Niaga Ampenan, Kota Mataram, Jumat (16/2/2018).

Ia juga mengaku melakukan peribadatan di klenteng tertua di NTB itu, untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas apa yang telah diperoleh pada tahun sebelumnya.

"Pada Tahun Baru China (Imlek) 2569, saya berharap penuh dengan kedamaian," kata Kevin sembari membakar "kim chua" atau uang kertas sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

Sementara itu, penjaga Klenteng Po Hwa Kong Mangku Nengah Mudra, mengatakan ritual peribadatan dalam rangka merayakan tahun baru Imlek 2569, dimulai sejak satu hari sebelumnya dan berlanjut pada hari tahun baru.

"Ada sekitar 500 warga Tionghoa yang sudah melaksanakan peribadatan sejak H-1 hingga hari raya Imlek. Mereka datang membakar dupa dan uang kertas sambil berdoa kepada Tuhan dan para dewa," ujarnya.

Pria lanjut usia yang sudah menjaga klenteng selama 11 tahun ini juga berdoa semoga rakyat Indonesia, khususnya NTB tetap dalam suasana rukun dan damai pada tahun "Anjing Tanah", yang bertepatan dengan tahun politik.

"Kita semua berdoa agar kedamaian umat beragama tetap rukun dan damai, meskipun ada perbedaan dalam pilkada nanti," kata Mangku Nengah Mudra.

Puncak ritual perayaan Tahun Baru Imlek 2569, digelar pada Kamis, 15 Februari 2018, mulai pukul 24.00 WITA.

Selain di Klenteng Po Hwa Kong, warga keturunan Tionghoa menggelar ritual sembahyangan di empat vihara, yang tersebar di Kecamatan Ampenan dan Cakranegara, Kota Mataram.

Selain menggelar ritual ibadah, warga keturunan Tionghoa di Kota Mataram, juga menggelar berbagai jenis kegiatan bakti sosial sebagai rangkaian menyambut Tahun Baru Imlek 2569.

Kegiatan sosial yang dilakukan, yakni pemberian bantuan untuk keluarga prasejahtera di enam lingkungan yang ada di sekitar Klenteng Po Hwa Kong.

Selain itu, merayakan Imlek bersama warga lanjut usia dan umum dirangkai bakti sosial di Gedung Hakka Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Rangkaian perayaan tahun baru Imlek 2569 diakhiri dengan ritual sembahyangan penyambutan Cap Go Mek 2019, dirangkaian dengan bakti sosial pembagian berkat dan bayar niat, atraksi barong sai, acara makan mi panjang umur dan hiburan.

 

Sumber : Antara

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top