Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pembangunan Kembali Pasar Ateh Bukittinggi Telan Dana Rp400 Miliar

Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat menyatakan pembangunan kembali Pasar Ateh Bukittinggi yang terbakar di penghujung tahun lalu, bakal menghabiskan anggaran Rp400 miliar.
Susana di pasar tradisional/ JIBI-Abdullah Azzam
Susana di pasar tradisional/ JIBI-Abdullah Azzam

KABAR24.com, PADANG—Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat menyatakan pembangunan kembali Pasar Ateh Bukittinggi yang terbakar di penghujung tahun lalu, bakal menghabiskan anggaran Rp400 miliar.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memastikan pembangunan kembali pusat pertokoan Pasar Ateh yang menjadi lokasi favorit wisata belanja itu didanai melalui APBN.

“Pembangunan kembali [Pasar Ateh] sepenuhnya nanti dibiayai oleh pemerintah pusat,” katanya, Sabtu (3/2/2018).

Dia mengungkapkan kepastian pembangunan itu, setelah adanya kunjungan dari Direktur Bidan Penataan Bangunan (BPB) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Sumbar ke pemda Bukittinggi.

Dengan pertemuan itu, imbuhnya, janji pemerintah pusat melalui Wapres Jusuf Kalla saat meninjau bekas kebakaran tersebut akan segera dilaksanakan dan dibangun mulai tahun ini.

Menurutnya, meski dibangun oleh pemerintah pusat, Pemkot Bukittinggi tetap dilibatkan dari tahap perencanaan, sehingga pembangunan kembali pasar tersebut juga menyesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Soal parkir yang sering jadi masalah. Nanti pembangunan kembali Pasar Ateh dilengkapi parkir yang bisa menampung 700 kendaraan roda empat,” ujar Ramlan.

Dia mengharapkan dengan dibangunan parkir terintegrasi di pusat pertokoan Pasar Ateh kelak akan menyelesaikan persoalan parkir yang selama ini menjadi masalah serius di kota wisata tersebut.

Adapun, Pasar Ateh Bukittinggi mengalami kebakaran hebat pada Senin, 30 Oktober 2017 lalu, yang menyebabkan 1.000 lebih kios milik pedagang di gedung tiga lantai itu ludes terbakar.

Umumnya, pedagang di Pasar Ateh menjual pakaian, songket, sulam dan bordiran, pernak pernik, makanan olahan, serta jenis dagangan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Heri Faisal

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper