Desa Terdingin di Dunia Suhunya Mencapai -67 Derajat Celsius

Saat ini, cuaca sangat dingin di desa Rusia itu, sehingga termometer elektronik baru mati setelah merekam suhu -62 derajat Celsius yang mungkin meremukkan tulang. Termometer stasiun cuaca resmi mencatat -59 derajat Celsius. Namun, penduduk setempat mengatakan bahwa bacaan mereka minus -67 derajat Celsius, kurang 1 derajat Celsius dari suhu terendah yang diterima untuk pemukiman permanen di manapun di dunia.
Newswire | 18 Januari 2018 10:42 WIB
Seorang warga berswa foto di tempat kerjanya saat cuaca ekstrem melanda desa Oymyakon, Siberia, Rusia. Meski menjadi desa terdingin di dunia, namun sekitar 500 penduduknya tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, seperti sekolah dan bekerja. Instagram.com

Kabar24.com, SAKHA - Oymyakon, desa terdingin di dunia, mulanya adalah tempat perhentian para penggembala rusa pada dekade 1920 hingga 1930. Mereka bermaksud memandikan ternak mereka saat musim semi termal datang di Sungai Indigirka.

Pemerintah Uni Soviet, kala itu, lantas membuat kawasan tersebut sebagai pemukiman permanen untuk memaksa penduduknya yang nomaden memiliki tempat tinggal tetap. Walhasil, belasan penduduk menjadi penghuni tetap. Kini, penduduknya mencapai 521 jiwa (sensus 2001).

Di desa ini, seperti dilansir laman Daily Mail, suhu rata-rata bulan Januari berada pada titik -50 derajat Celsius. Tak ayal hawa dingin tersebut membuat bulu mata penduduk setempat membeku sesaat setelah melangkah keluar rumah.

Saat ini, cuaca sangat dingin di desa Rusia itu, sehingga termometer elektronik baru mati setelah merekam suhu -62 derajat Celsius yang mungkin meremukkan tulang. Termometer stasiun cuaca resmi mencatat -59 derajat Celsius. Namun, penduduk setempat mengatakan bahwa bacaan mereka minus -67 derajat Celsius, kurang 1 derajat Celsius dari suhu terendah yang diterima untuk pemukiman permanen di manapun di dunia.

Termometer digital itu dipasang tahun lalu untuk membantu turis di pasar Oymyakon, namun pencatatan terhenti di minus -62 derajat Celsius. "Termometer pecah karena terlalu dingin," lapor The Siberian Times.

Pada 1933, suhu -67,7 derajat Celsius tercatat di Oymyakon, diterima sebagai yang terendah di belahan bumi utara. Suhu yang lebih rendah dicatat di Antartika, tapi di sana tidak ada pemukiman yang dihuni secara permanen.

Masalah sehari-hari yang datang dengan tinggal di Oymyakon termasuk pembekuan tinta pena dan baterai kehilangan daya. Penduduk setempat mengatakan menghidupkan mobil mereka sepanjang hari karena takut tidak bisa menyalakannya kembali.

Pemandangan di Oymyakon saat cuaca ekstrem melanda. Saat tidak dilanda musim dingin yang ekstrem, suhu rata-rata di desa itu mencapai minus 45 derajat Celsius. Foto: The Siberian Times

Sumber : Tempo.co

Tag : rusia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top