Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Senegal Berminat Memesan Kembali Pesawat Buatan PTDI

Pemerintah Senegal menyatakan kepuasannya pada produk pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia yakni CN-235 dan mengaku siap untuk melakukan pemesanan kembali.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 09 Januari 2018  |  19:30 WIB
Pesawat CN-235 - Istimewa
Pesawat CN-235 - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah Senegal menyatakan kepuasannya pada produk pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia yakni CN-235 dan mengaku siap untuk melakukan pemesanan kembali.

Presiden Senegal Macky Sall mengatakan, pihaknya merasa puas dengan kualitas pesawat buatan Indonesia tersebut. Dia juga menyampaikan pujiannya terhadap layanan purna jual dari Dirgantara Indonesia.

Hal tersebut diutarakannya ketika bertemu dengan Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran, di sela-sela pertemuan awal tahunan di Istana Kepresidenan Senegal akhir pekan lalu.

“Jika terealisasi, maka pemesanan pesawat tersebut akan menjadi yang keempat yang dilakukan oleh Pemerintah Senegal,” kata Mansyur, dalam keterangan resminya, Selasa (9/1/2018).

Seperti diketahui, pada 2017 lalu, Pemerintah Senegal telah menandatangani kontrak pembelian pesawat CN-235 yang ketiga. Kala itu proses penandatanganan pejanjian jual-beli disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu.

Dalam pertemuan tersebut Mansyur juga meminta kepada Sall untuk segera menindaklanjuti rencana pembelian gerbong kereta api PT. INKA dan kapal untuk keperluan niaga serta militer dari PT. PAL.

Pasalnya proses penjajakan telah dilakukan  oleh Senegal sejak tahun lalu. Adapun, proses awal pembelian gerbong kereta dan kapal tersebut sat ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat teknis kementerian terkait di Senegal.

Terpisah, dalam pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Indonesia 2018, Retno LP Marsudi mengatakan, dalam kerja sama ekonomi, Indonesia secara konsisten telah memberikan prioritas pada pengembangan kerja sama dengan Afrika, Asia Tengah dan Selatan serta Amerika Latin.

“Hasilnya, nilai perdagangan Indonesia dan beberapa negara-negara kawasan Afrika, Asia Selatan dan Tengah meningkat drastis lebih dari 100%," kata Retno, Selasa (9/1/2017)

Pada saat yang sama, lanjutnya, Indonesia secara intensif terus memantapkan, memperluas, dan memperdalam pasar tradisionalnya seperti Eropa,  Amerika Utara dan Asia. Alhasil, nilai perdagangan dengan sejumlah negara Benua Biru seperti Finlandia, Latvia, Lithuania, dan Estonia, tumbuh di atas 50% pada tahun lalu.

Sementara itu, pada saat yang sama investasi dari negara-negara Eropa juga mengalami kenaikan tajam. Sejumlah negara yang investasinya tumbuh hingga 100% adalah Swiss dan Jerman. Adapun, khusus untuk Swedia dan Denmark, nilai investasinya pada tahun lalu tumbuh di atas 500%.

Adapun sepanjang 2017, Kementerian Luar Negeri mencatat bahwa Pemerintah Indonesia telah menandatangani 78 perjanjian internasional di bidang ekonomi, meliputi perdagangan, investasi, keuangan, kerja sama teknik, dan penghindaran pajak berganda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dirgantara indonesia senegal retno l.p. marsudi
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top