Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Europalia Arts Festival, Indonesia Bawa Pesan Keberagaman di Eropa

Europalia Arts Festival Indonesia telah berlangsung 80 hari dari rencana 104 hari.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  00:49 WIB
Europalia Arts Festival, Indonesia Bawa Pesan Keberagaman di Eropa
Salah satu kelompok seniman yang tampil di Europalia Arts Festival Indonesia - Europalia.id

Bisnis.com, JAKARTA - Europalia Arts Festival Indonesia telah berlangsung 80 hari dari rencana 104 hari.

Indonesia. Para seniman Indonesia tampil di Belgia, Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, Austria, dan Polandia, dengan karya seni dan seniman dalam bidang seni rupa, seni pertunjukan, musik, sastra, dan film, serta juga komik dan warisan budaya.

Tiga pameran utama terus memukau pengunjung, puluhan diskusi mengakrabkan publik Eropa dengan kebudayaan Indonesia. Sudah 195 acara dari 227 yang dijadwalkan telah digelar. Sebagian besar dari 316 seniman telah hadir dan kembali ke Indonesia.

"Sudah waktunya kita membahas manfaat yang kita bawa dari Europalia. Tentu manfaat ini terkait dengan tujuan menjadi negara tamu Europalia, yaitu memperkenalkan Bhinneka Tunggal Ika dalam wujud kesenian di Eropa,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid dalam keterangan tertulis pada Minggu (1/1/2018).

Hilmar mengatakan seperti diketahui, Eropa sedang menghadapi persoalan dengan keanekaragaman budaya yang ‘mendadak’ menjadi semakin kompleks.

Kesenian menjadi salah satu platform untuk mengolah keanekaragaman tersebut dan di dalam hal ini keanekaragaman budaya Indonesia yang terpatri dalam konstitusi dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi tawaran ideologis yang menarik.

Tawaran ini tidak bertepuk sebelah tangan, ujarnya, beberapa kota seperti Deventer di Belanda ataupun bagian kota seperti Strombeek di sekitar Brussels tertarik cara Indonesia mengelola perbedaan melalui kesenian.

Banyak juga organisasi yang mengutamakan multikulturalisme dalam program kegiatannya, baik swasta maupun LSM, yang tertarik cara Indonesia mengelola dinamika antara tradisi dan pembaruan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni budaya
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top