PILPRES RUSIA 2018: Saya Belum Temukan Lawan dengan Kredibilitas Tinggi, Kata Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang lahir di Leningrad, Uni Soviet, 7 Oktober 1952, mengatakan pada Kamis (14/12/2017) dia tidak menghadapi lawan politik yang terkenal dengan kredibilitas tinggi saat dirinya bersiap untuk mencalonkan kembali dalam pemilihan presiden pada Maret 2018, tetapi akan berupaya menciptakan sistem politik yang lebih seimbang.
Martin Sihombing | 14 Desember 2017 17:49 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin, yang lahir di Leningrad, Uni Soviet, 7 Oktober 1952, mengatakan pada Kamis (14/12/2017) dia tidak menghadapi lawan politik yang terkenal dengan kredibilitas tinggi saat dirinya bersiap untuk mencalonkan kembali dalam pemilihan presiden pada Maret 2018, tetapi akan berupaya menciptakan sistem politik yang lebih seimbang.

Putin, yang oleh para kritikus dituduh menggunakan TV negara, pengadilan dan polisi untuk mengutuk dan meminggirkan oposisi liberal, pada awal bulan ini mengatakan dia akan mencalonkan kembali dalam pemilihan pada Maret 2018 - sebuah kontes yang menurut dia pasti akan dimenanginya dengan nyaman dan akan memperpanjang cengkeraman kekuasaannya untuk dekade ketiga.

Putin telah menjadi Presiden Rusia sejak 7 Mei 2012. Putin sebelumnya menjadi Perdana Menteri dari 1999 sampai 2000, Presiden dari 2000 sampai 2008, dan kembali menjadi Perdana Menteri dari 2008 sampai 2012.Pada masa jabatan keduanya sebagai Perdana Menteri, ia menjadi Ketua Partai Rusai Bersatu, sebuah partai pemerintah.

Namun, sebagai gantinya, mantan perwira KGB ini ingin memperkuat perannya sebagai bapak tokoh bangsa, bukan sebagai tokoh politik partai, Putin mengatakan dia berencana untuk mencalonkan diri sebagai kandidat independen yang mendapat dukungan lebih dari satu partai.

Partai Rusia Bersatu yang berkuasa dan secara tradisional mendukung Putin dan kemungkinan akan melakukannya lagi kali ini, tetapi Putin dengan jelas ingin menghasilkan jumlah pemilih yang lebih tinggi dengan menata dirinya sebagai seseorang yang berada di atas keributan politik partai Rusia yang sering kotor.

Putin mengatakan terlalu dini untuk menetapkan program pemilihannya, tetapi mengemukakan masalah prioritas, selain membantu menempa apa yang dia sebut sistem politik yang fleksibel, seperti memelihara ekonomi berteknologi tinggi, memperbaiki infrastruktur, perawatan kesehatan, pendidikan, produktivitas dan meningkatkan real income masyarakat.

Putin, 65, telah berkuasa, baik sebagai presiden atau perdana menteri, sejak 2000, lebih lama dari pemimpin veteran Soviet Leonid Brezhnev dan hanya diungguli oleh diktator Josef Stalin.

Jika dengan rating persetujuan sekitar 80%, seperti yang diharapkan, dia akan memenangkan untuk menjadi presiden keempat kalinya, dia akan memenuhi syarat untuk menjalani enam tahun lagi sampai 2024, saat dia berusia 72 tahun.

Putin mengatakan dia sadar dia tidak menghadapi persaingan yang nyata. "Lingkungan politik, seperti lingkungan ekonomi, harus kompetitif," kata Putin kepada lebih dari 1.600 wartawan Rusia dan asing yang berkumpul di aula konferensi Moskow untuk konferensi pers tahunannya.

"Saya akan berusaha agar kita memiliki sistem politik yang seimbang."

Dia mengatakan dirinya menyesalkan kurangnya persaingan, tetapi menuduh lawan politiknya gagal mengemukakan gagasan positif untuk mengatasi masalah Rusia.

"Penting untuk tidak membuat keributan di lapangan umum dan berbicara tentang rezim," kata Putin.

"Penting untuk mengusulkan sesuatu untuk memperbaiki keadaan, tapi ketika Anda mulai membandingkan apa yang disarankan oleh para pemimpin oposisi, terutama para pemimpin oposisi non-sistemik (liberal), ada banyak masalah."

Pemimpin oposisi Alexei Navalny, yang tidak mungkin diizinkan untuk melawan Putin karena apa yang dia katakan adalah tuduhan kriminal palsu, membukukan tanggapan instan lewat media sosial. Dia mengatakan dia telah meluncurkan programnya sendiri minggu ini, tetapi menuduh Putin melakukan yang terbaik untuk mengabaikannya.

Sumber : Reuters

Tag : vladimir putin
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top