Tanah Makam Sulit, Nisan Virtual Jadi Pilihan Warga Hong Kong

Tradisi penghormatan kepada nenek moyang yang sudah dilakukan turun temurun oleh warga China harus dihadapkan pada persoalan minimnya ruang atau lahan untuk keperluan pemakaman di Hong Kong yang padat penduduk.
Juli Etha Ramaida Manalu | 09 Desember 2017 23:40 WIB
Ilustrasi - Sejumlah warga Tionghoa meletakkan kertas di makam leluhurnya sebagai ritual Hari Raya Ceng Beng, di Sentong, Batu, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2013). - Antara/Ari Bowo Sucipto

Kabar24.com,JAKARTA - Tradisi penghormatan kepada nenek moyang yang sudah dilakukan turun temurun oleh warga China harus dihadapkan pada persoalan minimnya ruang atau lahan untuk keperluan pemakaman di Hong Kong yang padat penduduk.

Namun, seorang pengusaha berusaha memecahkan kebuntuan ini dengan menggunakan teknologi virtual reality yang memungkinkan pengikut paham Konfusius untuk menjalankan kewajiban mereka untuk berbakti, yang biasanya memakan biaya hingga US$130.000 untuk menyimpan abu orang-orang terkasih yang sudah tiada.

Perusahaan milik Anthony Yurns, iVeneration.com, menawarkan kemampuan untuk menampilkan batu nisan virtual di manapun dalam lanskap augmented reality Hong Kong, termasuk di tempat-tempat yang tidak biasa seperti di taman kota.

Disamping menghemat dana, Yuen berharap model bisnisnya bisa menarik minat para pemuda yang lebih sadar lingkungan.

"Tempat bagi orang-orang yang telah meninggal jauh lebih banyak dari yang masih hidup karena mereka yang telah tiada dan dikebumikan menempati lahan selamabertahun-tahun," kata Yuen seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/12/2017) sembari mengatur ponselnya agar bisa menempatkan sebuah lilin di depan nisan virtual.

"Sementara mereka yang hidup tidak akan tinggal di tanah yang sama selamanya," tambahnya.

Yuen yang berharap bisa meluncurkan situsnya pada kuartal pertama 2018 telah menggaet 300 pengguna.

Rasa hormat kepada orangtua dan kerabat lain yang berusia lebih tua merupakan kebajikan terpenting dalam tradiai Konghucu.

"Kita perlu mengedukasi generasi mendatang tentang rasa hormat pada orangtua, tidak masalah bagaiman acara penyampaiannya, selama dilakukan dengan hati," katanya

Tag : hong kong
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top