Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tempe Raksasa Grobogan Butuh 2 Ton Kedelai

Pemerintah Kabupaten Grobogan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai pemrakarsa pembuatan tempe terbesar di Indonesia. Tempe berukuran 7 kali 10 meter tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Pemerintah Kabupaten Malang dengan tempe 6 kali 9 meter.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 01 Desember 2017  |  10:02 WIB
Tempe Raksasa Grobogan Butuh 2 Ton Kedelai
Warga menyaksikan tempe terbesar saat pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) tempe terbesar, di Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (30/11). Tempe berukuran 7x10 meter dan tebal lima cm yang dibuat menggunakan bahan kedelai lokal sebanyak dua ton tersebut mendapatkan pengakuan dan sertifikat dari Museum Rekor Dunia Indonesia serta rekor dunia sebagai tempe terbesar. ANTARA FOTO - Yusuf Nugroho
Bagikan

Kabar24.com, SEMARANG - Pemerintah Kabupaten Grobogan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai pemrakarsa pembuatan tempe terbesar di Indonesia. Tempe berukuran 7 kali 10 meter tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Pemerintah Kabupaten Malang dengan tempe 6 kali 9 meter.

Pembuatan tempe terbesar tersebut membutuhkan bahan baku kedelai lokal sebanyak dua ton dengan masa fermentasi selama dua hari.

"Dengan bahan baku tersebut, saat jadi tempe bisa seberat 3,6 ton. Jika dijadikan tempe kecil seukuran yang dijual, bisa jadi 21.000 potong," kata Bupati Grobogan, Sri Sumarni di Ruang Rapat Paripurna II DPRD Grobogan, Kamis (30/11/2017).

Sri Sumarni menyampaikan pembuatan tempe terbesar ini bertujuan mempromosikan kedelai lokal yang dibudidayakan petani Grobogan. Dengan adanya tempe terbesar ini dia berharap varietas kedelai Grobogan bisa bersaing hingga pasar internasional.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, berharap dengan adanya prestasi dari Muri ini petani mulai merubah mindset penjualan kedelai.

"Sekarang harus mulai menjual brand, tidak lagi menjual komoditas," tegasnya. Dengan menjual brand, harga barang bisa lima kali lebih tinggi daripada produk yang dijual polosan.

Dia berharap dengan harga jual tinggi, petani akan menerima manfaat langsung yakni harga jual yang tinggi. Gatot pun menyampaikan telah meminta kepada kementerian, pemerintah provinsi, dan beberapa rumah sakit agar menggunakan kedelai atau tempe dari Grobogan untuk menu harian.

"Ya produk olahan dari kedelai lokal harus tersaji di instasi pemerintah," tegasnya.

Ditambahkan, petani harus menaikkan pamor kedelai lokal dengan menjaga brand. Caranya dengan tetap menjaga produk yang ramah lingkungan, tanpa pengawet, organik, dan sehat dikonsumsi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan pemerintah berkomitmen melindungi petani lokal.

"Kita akan terus memberdayakab petani lokal dan berupayan meningkatkan kesejahterannya," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tempe
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top