KEKERASAN TERHADAP ANAK : China Bakal Perketat Seleksi Guru PAUD

Pemerintah China menjanjikan pengawasan ketat atas guru-guru untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk proses pemeriksaan kualifikasi yang lebih ketat menyususl kemarahan masyarakat atas dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah PAUD swasta di Beijing.
Juli Etha Ramaida Manalu | 30 November 2017 15:25 WIB
Bendera China - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Pemerintah China menjanjikan pengawasan ketat atas guru-guru untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk proses pemeriksaan kualifikasi yang lebih ketat menyususl kemarahan masyarakat atas dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah PAUD swasta di Beijing.

Kasus ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menumpahkan kemarahan mereka akibat kurangnya guru-guru terlatih, rendahnya gaji dan minimnya sektor PAUD swasta yang saat ini tengah berkembang pesat.

Sejumlah klaim menyebutkan para guru di sebuah sekolah di Beijing yang dioperasikan oleh RYB Education telah melakukan tindak kekerasan pada anak. Hal itu memicu kemarahan netizen minggu lalu.

Wakil Menteri Pendidikan Tian Xuejun mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat untuk memastikan kualifikasi guru baru dan akan menerapkan pola pengawasan lebih saksama.

"Pada umumnya, guru adalah pekerja yang bersikap hati-hati, teliti dan membentuk lingkungan yang menyenangkan bagi anak-anak. Namun, ada pula beberapa individu yang terlibat insiden seperti ini yang sangat tidak diharapkan," katanya s eperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/11/2017).

RYB nampaknya telah melewati badai terkait kasus ini, sahamnya kembali menguat setelah sempat terpuruk akibat skandal yang merebak.

Tag : china
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top