Gunung Agung Erupsi : Pariwisata Lombok Tidak akan Aji Mumpung

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Faozal menyatakan akan mengimbau industri pariwisata di Pulau Lombok untuk tidak 'aji mumpung' atas kondisi paska erupsi Gunung Agung.
Eka Chandra Septarini | 27 November 2017 23:00 WIB
Wisatawan mancanegara mengunjungi Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Kabar24.com, MATARAM -- Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Faozal menyatakan akan mengimbau industri pariwisata di Pulau Lombok untuk tidak 'aji mumpung' atas kondisi paska erupsi Gunung Agung.

“Saran dan anjuran Pak Menteri Arief Yahya akan kami teruskan ke kawan-kawan industri. Kami akan menawarkan promosi, tour, agar bisa memperkenalkan keunggulan destinasi Lombok,” ujar Faozal di Mataram, Senin (27/11/2017).

Bandara Ngurah Rai Bali tutup 18 jam, mulai pukul 06.00 WITA pada hari ini. Sebaliknya, Bandara International Lombok (LIA) telah dibuka setelah sehari sebelumnya 26 November ditutup karena abu vulkanik Gunung Agung.

Kemungkinan besar, wisatawan akan ke Lombok untuk mengejar pesawat yang bisa membawanya ke kota atau negara asalnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya menekankan agar Lombok juga berempati dengan memberikan kemudahan dan pelayanan kepada para wisatawan tersebut.

"Mereka adalah calon-calon customers loyal, jika industri berempati dengan mereka, di saat mereka sedang membutuhkan pertolongan. Jika mereka justru diperlakukan tidak wajar, mereka akan antipati. Dan, mereka bisa bercerita viral di media sosial yang tidak menguntungkan bisnis pariwisata di Lombok ke depan,” ujar Arief.

Beberapa langkah strategis yang diharapkan Arief muncul dari industri pariwisata Lombok antara lain diskon akomodasi, seperti hotel, resort, homestay, penginapan, yang diharapkan bisa lebih dari 50%.

"Lebih besar, lebih bagus, agar wisatawan merasa tidak 'dimanfaatkan'. Mereka sudah susah, karena jadwal pulang mereka tidak lancar karena bencana," ujar Arief.

Lebih lanjut, industri diminta untuk memberikan layanan transportasi gratis dari hotel ke bandara. Bahkan, jika wisatawan membludak, industri dan pemerintah daerah harus menyiapkan hiburan apa saja yang membuat wisatawan nyaman.

“Beri atraksi yang membuat mereka merasa nyaman. Sekaligus promosi budaya Lombok yang bisa mengundang mereka datang lagi,” ujar Arief.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top