Setya Novanto Terjerat Kasus Korupsi, Gerindra Salip Golkar

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pimpinan Prabowo Subianto mulai menyalip Partai Golkar dari sisi elektabilitas berdasarkan survei Poltracking Indonesia yang dirilis Minggu (26/11/2017).
Stefanus Arief Setiaji | 26 November 2017 21:48 WIB
Ketua DPR Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA — Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pimpinan Prabowo Subianto mulai menyalip Partai Golkar dari sisi elektabilitas berdasarkan survei Poltracking Indonesia yang dirilis Minggu (26/11/2017).

Dari sisi preferensi pemilih apabila pemilihan legislatif digelar sekarang ini, maka Gerindra memiliki elektabiltas 13,6%, sedangkan Golkar yang tenagh dirundung persoalan internal memiliki elektabilitas 10,9%. Padahal, dalam Pemilu legislatif 2014, Golkar masih mememperoleh suara tertinggi kedua setelah PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri masih menjadi pilihan responden dengan tingkat elektabilitas 23,4%.

“Namun dengan tingginya undecided voters [pemilih yang belum menentukan pilihan] sebesra 28,8% peluang meningkatkan elektabilitas partai masih ada,” ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda.

Turunnya elektabilitas Golkar tersebut diduga karena masih adanya persoalan terkait dengan dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik yang menimpa Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Jika dijabarkan dari sisi pilihan, katanya, publik memilih parpol berdasarkan visi dan misi serta program kerja yang sesuai. Jumlah responden dalam kelompok ini mencapai 28,6%.

Kemudian, parpol dipilih karena memiliki tokoh partai yang diidolakan (17,8%), disusul kesesuaian agama pemilih, kepercayaan, dan ideologi (10,6%), serta memiliki kerabat yang menjadi simpatisan partai (7,3%).

Tag : partai golkar, setya novanto
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top