Jokowi Minta Target Sertifikasi 126 Juta Tanah Digenjot

Presiden Joko Widodo terus mengejar target penerbitan sertifikat tanah sebagai upaya pelaksanaan program reforma agraria di Tanah Air. Mengingat baru 46 juta sertifikat yang terbit dari 126 juta sertifikat yang seharusnya diterbitkan di seluruh Indonesia.
Arys Aditya | 25 November 2017 06:42 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kiri), Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan (ketiga kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimudjno (kedua kanan), dan Seskab Pramono Anung (kanan) meninjau fasilitas Terminal Bandara Internasional Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (24/11). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Kabar24.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo terus mengejar target penerbitan sertifikat tanah sebagai upaya pelaksanaan program reforma agraria di Tanah Air. Mengingat baru 46 juta sertifikat yang terbit dari 126 juta sertifikat yang seharusnya diterbitkan di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Negara saat membagikan sertifikat hak atas tanah kepada 8.300 masyarakat yang hadir di Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

"Di Sumatera Utara ada 3,9 juta yang seharusnya menerima sertifikat. Namun baru 1,4 juta yang sudah terima. Baru 30% yang telah menerima," ujar Presiden, melalui siaran resmi, Jumat (24/11/2017).

Secara keseluruhan, hari ini, Jumat, 24 November 2017, sebanyak 9.000 sertifikat diterbitkan dan dibagikan kepada masyarakat dari dua kabupaten dan dua kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Di antaranya 3.000 masyarakat Kabupaten Langkat, 3.250 masyarakat Kabupaten Deli Serdang, 2.000 masyarakat Kota Medan, dan 750 masyarakat Kota Binjai.

"Dokumen sudah ada namanya, luas tanah, dan saya titip agar dimanfaatkan," tutur Presiden.

Presiden pun berpesan kepada para warga untuk menjaga dan memanfaatkan sertifikat yang dimiliki dengan sebaik-baiknya dan penuh perhitungan yang bijaksana.

"Biasanya setelah terima sertifikat disekolahkan, dipakai jaminan, dipakai agunan ke bank. Tetapi sebelum pinjam pilih yang bunganya rendah. Tolong dihitung, jika tidak masuk hitungannya, jangan dipaksakan. Lebih baik disimpan," ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan kegembiraannya telah menjadi bagian dari keluarga Provinsi Sumatera Utara.

"Sekarang saya sudah menjadi keluarga besar Sumatera Utara. Tahu kan? Di Silangit, ada yang menyalami, Pak saya Siregar Pak. Di sana juga ada mengenalkan diri Nasution. Saya ngerti, kita semua memang bersaudara," ucap Presiden.

Antusiasme masyarakat Sumatera Utara juga terlihat di sepanjang jalan yang dilalui Kepala Negara beserta rombongan. Ratusan masyarakat bahkan rela menunggu dan memberhentikan laju kendaraannya saat iring-iringan Presiden melintas.

Tak hanya itu, Presiden juga membagi-bagikan paket sembako kepada masyarakat sekitar. Mulai dari tukang bentor, tukang ojek, pedagang kaki lima, hingga warga lainnya turut mendapatkan paket sembako tersebut.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top