Buka Munas NU, Jokowi Minta Tegas Terhadap Gerakan Radikal

Presiden Joko Widodo meminta setiap daerah tegas dalam menangani gerakan radikal yang masih banyak bermunculan di Indonesia.
Eka Chandra Septarini | 23 November 2017 17:00 WIB
Presiden RI Joko Widodo saat ziarah di makam Maulana Syaikh, Lombok Timur, Kamis (23/11/2017). - Dok. Biro Humas dan Protokol Setda NTB

Kabar24.com, MATARAM -- Presiden Joko Widodo meminta setiap daerah tegas dalam menangani gerakan radikal yang masih banyak bermunculan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama 2017 di Islamic Centre, Mataram.

"Sekarang ada payung hukum yang jelas. Saya minta jajaran tegas dan tidak beri toleransi kepada gerakan yang radikal karena kita dilihat dari luar," tegas Jokowi di Mataram, Kamis (23/11/2017).

Jokowi berharap ada rekomendasi yang bisa disampaikan kepada pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai hasil dari Munas dan Konbes NU terutama terkait dengan gerakan-gerakan radikalisme.

Dalam acara yang dihadiri 1.000 ulama se-Indonesia tersebut, Jokowi juga mengingatkan tentang potensi keuangan syariah yang dinilai bisa melengkapi pola keuangan konvensional yang saat ini diterapkan.

"Rekomendasi munas kami tunggu, bagaimana model bisnis, implementasi di lapangan, bagaimana bank syariah dan konvensional  bisa mem-back up. ini gampang diucap, diputuskan, dalam prakteknya pasti ada yang bolong. Jadi ini kita benahi terus agar ekonomi umat bisa berjalan," ujar Jokowi.

 

Tag : nahdlatul ulama
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top