Kawasan Mandalika Jadi Tujuan Investasi Menarik

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation menyebut Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika, Lombok kini menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menarik.
Ema Sukarelawanto | 20 November 2017 21:54 WIB
Sejumlah wisatawan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). - Antara
Kabar24.com, NUSA DUA-- PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation menyebut Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika, Lombok kini menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menarik.

Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer mengatakan hingga November 2017 total komitmen investasi yang masuk ke Kawasan Mandalika telah mencapi Rp12,7 triliun.

Peresmian operasional kawasan Mandalika oleh Presiden Joko Widodo 20 Oktober 2017 lalu kian meningkatkan daya tarik kawasan tersebut sebagai tujuan investasi. Apalagi, pemerintah telah menetapkan untuk fokus pengembangan pada 4 destinasi –termasuk Mandalika-- dari 10 daerah wisata prioritas ’Bali baru’ di berbagai daerah.

Abdulbar menyebut progres nyata di Mandalika di antaranya instalasi pengolahan air minum dengan teknologi ‘sea water reverse osmosis’ (SWRO). Selain itu, telah berfungsinya Masjid Nurul Bilad dan pembangunan jalan sepanjang 6,6 kilometer dalam kawasan serta penataan Pantai Kuta Mandalika. 

“Saat ini tujuh hotel memasuki tahap persiapan pembangunan yang bakal menyediakan 2.200 kamar pada 2019,” katanya saat peringatan HUT ke-44 ITDC, Sabtu (18/11/2017) malam.

Menurut Abdulbar akhir tahun ini ITDC akan menandatangani 'land use and development agreement' (LUDA) seluas 120 hektare. Dalam perjanjian tersebut juga termasuk pembangunan kompleks sirkuit jalan raya Mandalika.

ITDC sebagai BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwsata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika juga telah memulai pengembangan destinasi baru melalui ‘destination management organization’ (DMO) untuk menggarap kawasan di Singhasari Malang, Jawa Timur dan Bali utara.  

“Lini bisnis baru lainnya yang akan beroperasi pada akhir 2017 adalah ITDC Nusantara Property dan ITDC Nusantara Utilities,” katanya.

Kata dia semua kemajuan tersebut menjadi bukti semangat perubahan dalam perusahaan. Dalam pengelolaan The Nusa Dua pun terjadi perubahan yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan, salah satunya melalui perubahan pengelolaan kegiatan.

Abdoelbar menambahkan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk mempromosikan kawasan The Nusa Dua, pada 2017 ini mulai memberi pemasukan yang signifikan, seperti Nusa Dua Light Festival dan Nusa Dua Fiesta.

Perubahan dalam strategi pemasaran kawasan pun mulai membuahkan hasil, di antaranya dengan ditandatanganinya kerja sama dengan Xian Lian China dan Kyodo News Group yang bakal meningkatkan kunjungan wisatawan China dan Jepang ke The Nusa Dua.

Ia menegaskan ITDC terus mendorong semangat perubahan untuk mencapai visi menjadi perusahaan pengembang destinasi pariwisata kelas dunia. 

Pemerintah telah mengamanatkan tugas-tugas baru bagi ITDC, sebagai fondasi agar perusahaan bertumbuh semakin besar dan kuat, serta bertansformasi menjadi perusahaan kelas dunia yang mampu mengembangkan kawasan pariwisata tidak saja di Bali, tapi juga di daerah lain di Indonesia, bahkan di luar negeri.

Terkait ulang tahun ke-44 ITDC, digelar berbagai kegiatan termasuk program pelatihan bagi petani kopi yang merupakan kerja sama ITDC dengan PT Permodalan Nasional Madani, pekan lalu.

Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan ITDC Jatmiko K Santosa mengatakan pelatihan tersebut untuk membekali para petani kopi mitra binaan Kelompok Wanita Tani Amerta Giri, Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng, Bali dengan kemampuan pemasaran, keterampilan membuat kemasan produk, dan memperkenalkan teknik seduh kopi manual.  

Pada kesempatan itu juga dilakukan peresmian product display stand, peluncuran kemasan kopi Amerta Giri, dan penyerahan bantuan peralatan seduh kopi (manual brewing).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KEK Mandalika

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top