Kondisi Pariwisata Bali Berangsur Pulih Jelang Akhir Tahun

Kondisi pariwisata Bali pascastatus Awas Gunung Agung diperkirakan bakal cepat berangsur normal pada akhir tahun.
Ema Sukarelawanto | 19 November 2017 17:21 WIB
Pantai Kuta - Ilustrasi
Kabar24.com, DENPASAR—Kondisi pariwisata Bali pascastatus Awas Gunung Agung diperkirakan bakal cepat berangsur normal pada akhir tahun.
 
Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan status Awss yang dicabut akhir Oktober tidak serta merta membuat pariwisata pulih, karena pada November memang musim sepi wisman.
 
“Para pelaku pariwistaa optimistis akhir tahun kembali normal dan pencapaian target bisa terpenuhi,” katanya, Minggu (19/11/2017).
 
Menurut Oka Artha yang akrab disapa Cok Ace, keyakinan tersebut diiringi dengan kerja keras untuk melakukan kontak para pelaku wisata dengan kolega, mitra, dan jaringan di luar negeri bahwa Bali aman dikunjungi dan hanya radius sekitar 7,5 km dari kawah gunung Agung yang rawan bencana. 
 
Pada 2017 Bali diharapkan mampu mendatangkan 6 juta wisman dan 8 juta wisatawan domestik. Hingga September telah berhasil mencapai 5,2 juta wisman dan sekitar 7 juta wisatawan domestik.
 
Pengamat pariwisata yang juga Ketua Program Studi Master Kajian Pariwisata Universitas Udayana Prof. Nyoman Darma Putra optimistis pemulihan pariwisata Bali akan berlangsung dengan cepat. 
 
“Dulu ketika terjadi tragedi bom 2002 dan 2005 diramalkan pariwisata akan terpuruk berkepanjangan, ternyata pemulihan lebih cepat dari yang dibayangkan,” katanya, 
 
Kata dia traveling sudah merupakan kebutuhan warga dunia dan pascaperistiwa bencana, misalnya, tak menghalagi mereka untuk bepergian. 
 
Dia berharap para pelaku usaha pariwisata merespons dengan mengemas paket wisata dan tetap melakukan promosi mengiringi pemberitaan mengenai kondisi terkini Bali.
 
Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gde Sidharta Putra mengatakan sebagai pengusaha jasa pariwisata selalu tertantang jika ada kendala, apalagi jika mampu mengemasnya menjadi peluang. 
 
Pascatragedi bom di Bali, misalnya, telah menggugah kesadaran membuat sesuatu untuk mengangkat citra bahwa pariwisata Bali tetap tegak. 
 
“Pada mulanya sulit untuk meyakinkan, tetapi agenda tahunan Yayasan Pembangunan Sanur sejak 2006 ini telah membuktikan mampu mengangkat kembali pamor pariwisata Bali,” kata penggagas Sanur Village Festival.
 
Sidharta Putra mengatakan aktivitas festival yang telah 12 kali digelar itu bukan hanya berdampak positif bagi pariwisata, tetapi juga menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong industri kreatif.
 
Kini, puluhan festival digelar naik oleh swasta maupun pemerintah daerah di seluruh Bali. “Festival merupakan salah satu sarana efektif untuk promosi, asalkan memiliki keunikan, dikelola secara profesional, dan digaungkan secara internasional,” tuturnya.
Tag : pariwisata bali
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top