Siklus Cuaca Memicu Penurunan Produksi Cengkih Jembrana

Produksi cengkih di Kabupaten Jembrana pada tahun ini diprediksi turun drastis akibat terjadinya siklus penurunan produksi setiap dua tahunan.
Feri Kristianto | 15 November 2017 17:15 WIB
Petani memperlihatkan cengkeh yang siap dijual di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (31/7). - Antara

Bisnis.com, DENPASAR – Produksi cengkih di Kabupaten Jembrana pada tahun ini diprediksi turun drastis akibat terjadinya siklus penurunan produksi setiap dua tahunan.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jembrana Komang Ariada mengatakan pihaknya masih mendata jumlah penurunan produksi tersebut.

“Jadi bukan gagal panen tetapi siklus dua tahunan, sudah pasti terjadi penurunan tetapi datanya kami sedang data,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (15/11/2017).

Menurutnya, siklus tersebut terjadi karena faktor cuaca yang menyebabkan hama penyakit, sehingga pembuahan tanaman cengkih tidak maksimal. Dia memperkirakan panen cengkih baru akan terjadi pada 2018.

Komoditas cengkih bukan merupakan andalan Jembrana, tetapi menjadi salah satu penyumbang bagi pendapatan masyarakat.

Data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jembrana, kabupaten di Bali bagian barat ini mencapai 3.419,35 Ha. Adapun lokasi perkebunan komoditas ini tersebar di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan yang berbatasan dengan Kabupaten Tabanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cengkeh, rempah

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top