Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terduga Teroris Tewas di Mawu Diduga Terlibat Penembakan Polisi di Bima

Satu dari dua terduga teroris yang meninggal dalam kontak senjata dengan anggota Densus 88 di lereng Perbukitan Mawu Nusa Tenggara Barat pada Senin (30/10/2017) diduga merupakan pelaku penembakan atas dua orang anggota Polres Bima Kota pada 11 September lalu.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 31 Oktober 2017  |  14:46 WIB
Terduga Teroris Tewas di Mawu Diduga Terlibat Penembakan Polisi di Bima
Senjata yang digunakan terduga teroris untuk menembak dua orang anggota Polres Bima Kota. - Bisnis.com/Juli Etha

Kabar24.com, JAKARTA - Satu dari dua terduga teroris yang meninggal dalam kontak senjata dengan anggota Densus 88 di lereng Perbukitan Mawu Nusa Tenggara Barat pada Senin (30/10/2017) diduga merupakan pelaku penembakan atas dua orang anggota Polres Bima Kota pada 11 September lalu.

Kedua anggota polisi ini ditembak usai mengantarkan anak mereka ke sekolah masing-masing yang lokasinya berbeda.

"Untuk rekan-rekan ketahui bahwa keterlibatan terduga teroris tersebut adalah kasus penembakan terhadap anggota Polri di Bima pada 11 September 2017, pada saat anggota Polri ini mengantar anaknya sekolah yang disampaikan dari rekan-rekan Densus, satu orang ya atas nama Amir," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Selasa (31/10/2017).

Adapun hal yang memperkuat dugaan ini adalah temuan bukti berupa peluru yang jenisnya sama dengan yang digunakan untuk menembak dua orang anggota Polri di Bima.

Dalam kontak senjata dengan empat terduga teroris di perbukitan Mawu yakni Amir alias Dance, Iqbal, Nandar dan Yaman yang menewaskan Amir dan Yaman polisi sempat menyita sejumlah barang bukti termasuk dua pucuk senjata rakitan dan puluhan butir peluru yang terdiri atas 20 butir peluru kaliber 5,56 mm, 7 butir peluru revolver 38 mm, dan dua butir peluru 9 mm.

"Senjatanya yang digunakan [dalam penembakan dua anggota Polri dari Polres Bima] diduga adalah ini karena jenis pelurunya salah satunya ini," tambah Setyo.

Adapun sejumlah barang bukti lain yang turut disita antara adalah perlengkapan survival yang terdiri atas tas ransel, diregen minum 5 liter, perlengkapan serta bahan-bahan memasak, dan lain-lain.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

densus 88
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top