Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korut Kembali Aktif di Kaesong

Korea Utara mulai kembali bergiat di daerah industri Kaesong, kata laman pemerintahnya pada Jumat, setelah usaha bersama dengan Korea Selatan itu dihentikan pada tahun lalu di tengah ketidaksepakatan mengenai kegiatan nuklir dan peluru kendali.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2017  |  19:55 WIB
Korut Kembali Aktif di Kaesong
Pintu masuk ke kawasan industri guyup Korsel-Korut di Kaesong. - ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, SEOUL -  Korea Utara mulai kembali bergiat di daerah industri Kaesong, kata laman pemerintahnya pada Jumat (6/10/2017), setelah usaha bersama dengan Korea Selatan itu dihentikan pada tahun lalu di tengah ketidaksepakatan mengenai kegiatan nuklir dan peluru kendali.

Korsel mengakhiri kerja sama lebih dari satu dasawarsa di taman industri di sisi daerah demiliterisasi Korut (DMZ) itu setelah Korut meluncurkan roket menuju sasaan ke orbit dan menutup jendela hubungan terakhir, yang tersisa di antara kedua pihak, yang secara teknis masih dalam perang.

Pada saat itu, Korsel mengatakan tidak akan lagi mengizinkan dana untuk Kaesong digunakan dalam kegiatan peluru kendali dan nuklirnya.

Sejak saat itu, pejabat Korsel mengatakan tidak ada bukti bahwa Korut mengalihkan upah, yang dibayarkan kepada pekerjanya oleh perusahaan Korsel -yang bergerak di taman tersebut- untuk program senjatanya.

"Mereka bahkan tidak melihat para pekerja yang kami banggakan bekerja keras di kompleks industri Kaesong," demikian laman propaganda Korut Meari (arirangmeari.com) pada Jumat.

Laman propaganda lain, Uriminzokkiri, mengatakan bahwa yang dilakukan di gugus industri tempat kedaulatan Korut tidak menjadi urusan siapa pun.

Pejabat di Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan Korut tidak boleh melanggar hak properti perusahaan Korsel di dalam kompleks tersebut, menurut laporan kantor berita Yonhap.

Kementerian Penyatuan belum bisa dihubungi untuk memberikan penjelasan.

Korut dan Korsel secara teknis masih dalam perang karena bentrokan pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaesong

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top