Sampoerna Academy Buka Kampus Kelima di Sentul

Sampoerna Academy akan membangun kampus kelimanya di Sentul. Setelah sebelumnya hadir di Medan, BSD, dan Jakarta.
Mia Chitra Dinisari | 30 September 2017 11:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sampoerna Academy akan membangun kampus kelimanya di Sentul. Setelah sebelumnya hadir di Medan, BSD, dan Jakarta.

Kampus ini akan hadir dengan program pendidikan pra-sekolah serta Sekolah Dasar dengan penerapan teknolohi di era globalisasi.

Data dari World Economic Forum (WEF) 2017 mengungkapkan bahwa keterampilan dasar seperti membaca dan berhitung saja tidak cukup di masa depan. WEF memformulasikan enam keterampilan dasar yang perlu di kuasai, diantaranya membaca, berhitung, serta keterampilan Informasi, Komunikasi dan Teknologi.

WEF melaporkan sebuah studi bahwa satu dari tiga keahlian yang dibutuhkan saat ini akan berubah di tahun 2020. Diperkirakan 65 persen anak-anak usia sekolah saat ini ketika memasuki dunia kerja, nantinya harus menghadapi pekerjaan yang bahkan saat ini belum ada.

Diprediksi jika hanya dengan sistem pendidikan dasar saja, belum cukup untuk mempersiapkan anak-anak di masa depan. Jika dibiarkan, anak-anak yang akan menjadi pekerja di masa depan, akan menghadapi kesenjangan keterampilan dan menghadapi kesulitan dalammendapatkan pekerjaan.

Dr. Mustafa Guvercin, Direktur Sampoerna Academy, mengungkapkan bahwa melihat kondisi saat ini, era digitalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah membawa banyak dampak untuk Indonesia. Para siswa tidak hanya akan bersaing dengan negara lain namun juga harus menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat.

“Kita tidak dapat berharap untuk mendapatkan hasil yang berbeda hanya dengan melakukan usaha yang sama. Sampoerna Academy menawarkan kurikulum Cambridge dengan metode pendidikan abad 21. Dengan mengedepankan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Math) dan memberikan beragam praktek dan proyek kepada anak didiknya serta mengasah keterampilan berpikir,yang difasilitasi oleh guru-guru yang terampil akan mendorong anak Indonesia untuk siap bersaing menghadapi masa depan,” jelas Dr. Mustafa dalam siaran persnya.

Persiapan untuk era globalisasi dan MEA membutuhkan lebih dari sekedar keterampilan dasar akademis. Sebuah studi yang dilakukan oleh U.S. National Science Foundation mengungkapkan bahwa di masa depan 80 persen dari pekerjaan di seluruh dunia akan membutuhkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan menyelesaikan masalah.

Sistem pendidikan Sampoerna Academy memastikan para siswa mendapatkan keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan siswa dapat dengan percaya diri mengkomunikasikan apa yang mereka pelajari. Ditambah lagi, kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa asing yang lancar menjadi kebutuhan dasar di masa depan. Para siswa Sampoerna Academy menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari dan dilengkapi dengan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.

Vera Itabiliana, Psikolog Anak menerangkan bahwa dengan memberikan pendekatan STEAM dan pendidikan keterampilan sejak usia dini dapat menjadi langkah awal menuju masa depan anak yang cemerlang. “Pendidikan yang kita berikan untuk anak sejak dini akan menjadi investasi paling penting di masa depan,” jelas Vera.

Vera juga menekankan, bahwa orang tua jangan hanya mempertimbangkan awal sekolah, namun perlu untuk mempertimbangkan seluruh perjalanan pendidikan anak-anak. Oleh karena itu, memilih sistem pendidikan yang tepat yang dapat mempersiapkan masa depan anak merupakan keputusan terpenting untuk orang tua.

Tag : sampoerna
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top