Walau Jadi Tersangka, Rita Widyasari Tetap Didukung Maju Pilgub Kaltim

Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Salehuddin menegaskan dirinya pribadi tetap mendukung Rita Widyasari maju menjadi calon Gubernur Kaltim meski berstatus tersangka dugaan gratifikasi.
Muhamad Yamin | 28 September 2017 15:35 WIB
Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari - Antara

Kabar24.com, TENGGARONG - Bupati Kukar  Rita Widyasari nampaknya memiliki pesona tersendiri di kalangan pendukungnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Salehuddin menegaskan dirinya pribadi tetap mendukung Rita Widyasari maju menjadi calon Gubernur Kaltim meski berstatus tersangka dugaan gratifikasi.

“Terkait posisi DPD Golkar Kukar, kami mendukung Ibu Rita Widyasari sebagai cagub Kaltim dan siap mensuseskan pemenangan beliau di Kukar,” kata Salehuddin, Kamis (28/9/2017) saat ditemui usai memimpin Rapat Paripurna HUT Kota Tenggarong.

Dijelaskan Salehuddin, dirinya mendukung upaya penegakan hukum yang berkeadilan oleh KPK.

“Kami berharap upaya yang dilakukan murni penegakan hukum, tidak ada kaitan dengan hal lainnya,” kata Salehuddin.

DPRD Kukar juga mengimbau agar para PNS di Pemkab Kukar tetap menjalankan tugasnya meski ada kegiatan penggeledahan kantor-kantor pemerintahan Kabupaten Kukar.

“Kami DPRD berharap masyarakat untuk tenang, pelayanan publik bisa berjalan seperti biasa,” katanya.

Tim KPK sudah tiga hari berada di kota Tenggarong. Mereka menggeledah sedikitnya tujuh kantor pemerintahan.

Adapun yang digeledah adalah Gedung Sekretaris Pemda Kukar, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Lingkungan Hidup Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Badan Perizinan Pelayanan Satu Pintu Terpadu. Serta rumah Dinas Bupati Kukar.

Sementara itu, Sekda Pemkab Kukar, Marli mempertanyakan penggeledahan kantor Pemkab oleh KPK. Menurut Marli, kasus dugaan pelanggaran hukum belum disampaikan KPK kepadanya.

“Sebagai Sekda Kukar saya menyambut baik kedatangan KPK ini. Pemeriksaan dilakukan memang tugasnya KPK. Saya hanya memantau dari jauh. Tidak tahu apa yang didapatkan KPK dan apa sasarannya. Itu mungkin prosedur mereka,” kata Marli.

Marli mengaku masih belum bisa komunikasi dengan Bupati Rita dan tidak tahu keberadaannya, karena ponsel Rita masih disita KPK.

 

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top