Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi Kepala Daerah, Wapres Jusuf Kalla: Di Pusat Makin Susah, Makanya ke Daerah

Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk menjauhi praktik gratifikasi dan korupsi anggaran yang merugikan negara.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 27 September 2017  |  12:19 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Setwapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Setwapres

Kabar24.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk menjauhi praktik gratifikasi dan korupsi anggaran yang merugikan negara.

Dalam beberapa waktu terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah kepala daerah. "Janganlah merasa jauh dari pusat, lalu tidak diawasi," katanya, di Kantor Wakil Presiden, Rabu (27/9/2017).

Wapres sendiri mengaku prihatin karena kepala daerah seharusnya bertugas untuk memajukan wilayahnya dengan amanah. "Ya sedih saja melihat itu," ujarnya.

Adapun, dia menilai terdapat perubahan penetapan tersangka atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK yang kini lebih gencar di daerah.

Wapres menilai pegawai negara di pemerintah pusat cenderung lebih hati-hati dan memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk tidak melakukan praktik penyimpangan dibandingkan dengan daerah.

"Mungkin KPK susah mencari di pusat, mungkin karena orang hati-hati dan kesadaran yang agak tinggi jadi tidak terjadi, tapi diluar [daerah]," katanya.

Apalagi, dia mengatakan dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) perubahan senilai Rp2.133 triliun, sebagian besar anggaran memang dirancang untuk memajukan pembangunan di daerah.

"Efektif untuk mengatakan bahwa pakailah anggarannya dengan betul," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK jusuf kalla Wapres JK
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top