Gunung Agung : Ratusan Gempa Kecil Terjadi Hari Ini

Hasil pengamatan pada rekaman seismograf di Gunung Agung Bali, terekam 109 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 178 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 13 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) pada 24 September 2017 pukul 00:00 hingga 06:00 WITA.
Gemal AN Panggabean | 24 September 2017 19:07 WIB
Petugas membaca grafik seismogram hasil pemantauan aktivitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Kabar24.com, JAKARTA-- Hasil pengamatan pada rekaman seismograf di Gunung Agung Bali, terekam 109 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 178 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 13 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) pada 24 September 2017 pukul 00:00 hingga 06:00 WITA.

Namun, gempa tersebut berskala kecil dan tidak terlalu membuat guncangan. 

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani menyampaikan bahwa status Gunung Agung per 24 September 2017 pukul 06.00 WITA tetap Awas.

Peningkatan kegempaan masih terjadi pasca status Gunung Agung dinaikkan dari Siaga menjadi Awas sejak 2 hari lalu.

Secara visual, gunung yang memiliki ketinggian 3.142 meter tersebut terlihat jelas hingga berkabut pada pemantauan kemarin hingga hari ini. Asap kawah putih tipis teramati dengan tinggi 50 meter di atas puncak.

"Wosatawan, pendaki ataupun penduduk setempat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung di dalam radius 9 km dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 km," kata Kasbani, Ahad (24/9).

Sedangkan peringatan vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) terakhir yang terbit tanggal 22 September 2017 pukul 08.45 terkirim dengan kode warna kuning. 

Hal tersebut terkait dengan meningkatnya aktivitas kegempaan vulkanik yang sangat signifikan. Material abu letusan belum teramati. Pesawat diimbau menghindari area Gunung Agung, namun operasional penerbangan masih normal.

VONA dikirim ke stakeholders nasional maupun internasional antara lain Ditjen Perhubungan Udara-Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Air Nav, Air Traffic Control, Airlines, Volcanic Ash Advisory Centers (VAAC) Darwin, dan VAAC Tokyo.

Pemerintah terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem tentang penanggulangan bencana erupsi Agung.

Sebagaimana diketahui bahwa gunung Agung dinaikkan statusnya dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 18 September 2017 pukul 21:00 WITA.

Kemudian ditingkatkan kembali dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada 22 September 2017 pukul 20.30 WITA.

Tag : gunung agung, gunung merapi
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top