Pembunuhan Pasutri Warga Benhil: Jadi Otak Pelaku, AZ Hasut Pelaku Lain

AZ, mantan sopir yang telah bekerja puluhan tahun pada almarhum pasangan suami istri Husni Zarkasij dan Zakiyah Masrur ternyata menjadi otak pelaku pembunuhan kedua majikannya.
Juli Etha Ramaida Manalu | 14 September 2017 15:21 WIB
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA -  AZ, mantan sopir yang telah bekerja puluhan tahun pada almarhum pasangan suami istri Husni Zarkasij dan Zakiyah Masrur ternyata menjadi otak pelaku pembunuhan kedua majikannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebutkan AZ yang merasa sakit hati lantara diberhentikan dari pekerjaannya pun menghasut satu orang mantan karyawan usaha garmen milik pasutri tersebut yakni ST.

ST yang juga diberhentikan tanpa mendapat pesangon pun kemudian mengajak satu orang lain yakni EK untuk ikut dalam aksi mereka.

"Padahal, menurut keterangan beberapa saksi, garmen atau toko itu sudah ditutup sebelum hari raya. Setelah hari raya pun masih tutup. Kita belum dapatkan informasi apakah itu karena rugi itu belum tahu. Karena dia diberhentikan sebagai karyawan tidak dapat pesangon. Kemudian driver ini membujuk temen yang diberhentikan tidak mendapat pesangon yang bisa diajak kompromi atau bermufakat," jelas Argo, Kamis (14/9/2017).

Almarhum Zakiyah Masrur, sang istri, menjadi korban pertama. Mereka mendatangi rumah korban. Usai sholat, saat korban hendak beranjak ke dapur untuk membuat minuman, para pelaku yang sudah mempersiapkan alat-alat untuk memuluskan aksinya pun menyekap dan memukuli korban.

"Jadi tersangka sudah mempersiapkan peralatan seperti lakban, tali, ada palu juga. Itu direncanakan," jelas Argo.

Usai dianiaya, almarhum Zakiyah pun dibawa ke kamar pembantu dan diikat.

Ketiga pelaku lantas menunggu suami korban pulang dan melakukan hal yang sama.

Keduanya kemudian diikat bersama dan dimasukkan ke bagasi mobil milik.korban dalam keadaan terbungkus bed cover.

Awalnya, para pelaku berencana meletakkan jenazah korban di depan rumahnya yang ada di Purbalingga.

Namun, mereka kemudian berubah pikiran dan akhirnya memutuskan membuang kedua korban di Purbalingga.

Jasad keduanya akhirnya ditemukan mengambang di sungai Klawing, Purbalingga.

Selain membawa kabur dan berusaha menjual mobil yang dipakai membawa korban ke Purbalingga, para pelaku juga menggasak harta korban lainnya seperti buku tabungan, belasan jam tangan, brankas, dan emas.

Tag : pembunuhan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top