Cadangan Devisa Asia: India Catat Rekor, China Lanjutkan Kenaikan

Cadangan devisa negara-negara Asia berhasil rekor tertingginya sepanjang sejarah setelah India membukukan rekornya dan China berhasil melanjutkan kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 14 September 2017  |  16:27 WIB
Cadangan Devisa Asia: India Catat Rekor, China Lanjutkan Kenaikan
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Cadangan devisa negara-negara Asia berhasil mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah setelah India membukukan rekornya dan China berhasil melanjutkan kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut.

Bank Sentral India (RBA) melaporkan, cadangan devisanya pada Agustus mencapai US$400 miliar.

Jumlah tersebut dianggap cukup untuk membiayaai aktivitas impor selama satu tahun.

Sementara itu, cadangan devisa China pada periode yang sama mencapai US$3,09 triliun yang membantu membalikkan penurunan hampir US$1triliun sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, pada periode yang sama rekor jumlah cadangan devisa juga terjadi di Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Indonesia.

Seperti diketahui, khusus untuk Tanah Air cadangan devisa pada Agustus 2017 mencapai US$ 128,8 miliar atau lebih tinggi dibanding realisasi Juli dengan US$127,8 miliar.

“Ini adalah strategi yang memang sengaja terus dipertahankan bank sentral di Asia di tengah rencana The Fed yang akan melanjutkan kebijakan moneternya. Sehingga mereka punya peluang berlindung dari risiko aris modal keluar dari negara berkembang,” kata Frederic Neumann, Wakil Kepala Riset Ekonomi Asia di HSBC Holdings Plc, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/9).

Seperti diketahui, arus modal masuk yang besar dari investor asing dan dolar As yang melemah, menjadi keuntungan tersendiri bagi bank sentral Asia.

Kondisi itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi volatilitas yang dipicu oleh rencana Bank Sentral AS (The Fed) yang akan mulai memangjkas neraca keuangannya.

Adapun, sejumlah pengamat memperkirakan bahwa rincian atau detil mengenai kebijakan moneter tersebut akan  diumumkan saat pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 20 September mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi global, cadangan devisa

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup