Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUU PEMILU 2019: 'Kisruh', Fadli Zon Ingin 'Dilengserkan', Diganti Setya Novanto

Forum lobi yang dilakukan fraksi-fraksi di DPR memunculkan wacana pergantian Pimpinan Rapat Paripurna, dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon diganti dipimpin Ketua DPR Setya Novanto, terutama diusulkan partai politik pendukung pemerintah.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 20 Juli 2017  |  20:22 WIB
RUU PEMILU 2019: 'Kisruh',  Fadli Zon Ingin 'Dilengserkan', Diganti Setya Novanto
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy (kedua kanan) menyerahkan laporan hasil kerja kepada pimpinan sidang, Fadli Zon (tengah), disaksikan Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (ketiga kanan), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) saat Rapat Paripurna ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7). - ANTARA/M Agung Rajasa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Forum lobi yang dilakukan fraksi-fraksi di DPR memunculkan wacana pergantian Pimpinan Rapat Paripurna, dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon diganti dipimpin Ketua DPR Setya Novanto, terutama diusulkan partai politik pendukung pemerintah.

"Kita upayakan Pak Novanto. Terlepas Pak Novanto kena 'musibah'kita upayakan Pak Novanto," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Forum lobi dalam rapat paripurna beragenda pengambilan keputusan tingkat II Rancangan Undang-undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu, diperpanjang hingga pukul 19.00 WIB.

Lobi ini untuk mencari formulasi rapat paripurna yang digelar hari Kamis (20/7/2017).

Dia mengatakan munculnya wacana itu karena kepemimpinan Fadli hanya mengakomodasi anggota DPR yang menginginkan dilakukannya forum lobi lebih panjang dan mengesampingkan pengambilan keputusan hari Kamis.

Dadang mengatakan kepemimpinan Fadli tidak selesai dalam membahas RUU Pemilu dalam Rapat Paripurna sehingga muncul wacana Novanto memimpin Paripurna.

Sementara itu, Fadli Zon menepis wacana yang muncul tersebut rapat akan diselesaikan hari Kamis dan akan dimulai kembali pada pukul 19.30 WIB.

Politisi Gerindra ini juga menegaskan bila dirinya akan tetap memimpin jalannya rapat meski muncul usulan namanya diganti dengan Novanto.

"Ya itu wacana, tapi tadi kita putuskan 19.30 kita kembali ke forum lobi dulu di belakang paripurna," kata Fadli.

Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR pada Kamis (20/7) diagendakan pengambilan keputusan tingkat II terkait Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu, setelah tidak dicapai kesepakatan dalam pembicaraan tingkat I di dalam Panitia Khusus RUU Pemilu.

Pansus RUU Pemilu menyiapkan lima opsi paket terhadap lima isu krusial dalam RUU Pemilu yang sampai saat ini belum diputuskan.

Kelima opsi paket isu krusial tersebut adalah Paket A, ambang batas presiden 20/25%, ambang batas parlemen 4%, sistem pemilu terbuka, besaran kursi: 3-10, konversi suara saint lague murni.

Untuk Paket B dengan ambang batas presiden 0 persen, ambang batas parlemen empat persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara kuota hare.

Lalu Paket C dengan ambang batas presiden 10/15%, ambang batas parlemen 4%, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara kuota hare.

Untuk Paket D dengan ambang batas presiden 10/15%, ambang batas parlemen 5%, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-8, konversi suara saint lague murni.

Paket E, ambang batas presiden 20/25%, ambang batas parlemen 3,5%, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara kuota hare.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ruu pemilu

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top