Parlemen Jerman Dukung Pernikahan Sesama Jenis

Bisnis.com, BERLIN - Parlemen Jerman mendukung perkawinan sesama jenis melalui pemungutan suara dengan selisih yang cukup jauh pada Jumat (30/6/2017). Hasil voting ini kemungkinan besar akan disahkan sebagai undang-undang oleh presiden Jerman segera setelah 7 Juli.
Newswire | 30 Juni 2017 17:42 WIB
Pendukung pernikahan sesama jenis bersorak di depan gedung Bundestag, Berlin, Jerman, Jumat (30/6/2017) - Reuters

Bisnis.com, BERLIN - Parlemen Jerman mendukung perkawinan sesama jenis melalui pemungutan suara dengan selisih yang cukup jauh pada Jumat (30/6/2017). Hasil voting ini kemungkinan besar akan disahkan sebagai undang-undang oleh presiden Jerman segera setelah 7 Juli.

Hasil voting ini didapat setelah Kanselir Angela Merkel  membebaskan anggota blok konservatifnya yang tengah berkuasa untuk mengikuti nurani pribadi mereka, bukan paham yang dianut partai.

Merkel, yang akan mencari masa jabatan keempat dalam sebuah pemilihan nasional pada 24 September, mengatakan kepada wartawan setelah keputusan penting bahwa dia telah menolak tindakan tersebut karena dia yakin bahwa pernikahan sebagaimana didefinisikan dalam undang-undang Jerman adalah antara seorang pria dan seorang wanita.

Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa keputusannya adalah keputusan pribadi, dan menambahkan bahwa dia telah menjadi yakin dalam beberapa tahun terakhir bahwa pasangan sesama jenis harus diizinkan untuk mengadopsi anak-anak.

"Saya berharap bahwa pemungutan suara hari ini tidak hanya mempromosikan rasa hormat terhadap berbagai pendapat, namun juga membawa lebih banyak kohesi sosial dan perdamaian," kata Merkel, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/6/2017).

Tercatat ada 393 suara yang mendukung pernikahan sesama jenis melawan 226 suara. Banyak negara Eropa lainnya, termasuk Prancis, Inggris dan Spanyol, telah melegalkan pernikahan sesama jenis.

Pengumuman Merkel bahwa dia mengizinkan anggota parlemen untuk memberikan suara pada pernikahan sesama jenis sesuai dengan hati nurani masing-masing membuat kemarahan beberapa orang di blok konservatif tradisional Katolik.

Namun analis politik mengatakan bahwa isu tersebut kemungkinan akan pudar dari pikiran para pemilih pada saat pemilihan September berlangsung.

Sumber : Reuters

Tag : jerman, gay
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top