Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kominfo-KPK Masifkan Kampanye Cegah Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi makin intensif mengkampanyekan pencegahan korupsi dengan memanfaatkan berbagai sarana komunikasi. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengungkapkan bahwa jajarannya dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan koordinasi dalam rangka kampanye pencegahan korupsi.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 08 Juni 2017  |  19:00 WIB
Kominfo-KPK Masifkan Kampanye Cegah Korupsi
Menkominfo Rudiantara (kiri) berjalan menuju mobil usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK di Gedung KPK Jakarta, Kamis (8/6). - Antara/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi makin intensif mengkampanyekan pencegahan korupsi dengan memanfaatkan berbagai sarana komunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengungkapkan bahwa jajarannya dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan koordinasi dalam rangka kampanye pencegahan korupsi.

“Nanti materi kampanye dibuat oleh KPK, kami akan mengkanalisasikan,” paparnya di Gedung KPK, Kamis (8/6/2017).

Dia melanjutkan berbagai saluran tersebut seperti media sosial, televisi, radio, dan internet. Setiap kanal memiliki karakteristik sasaran yang berbeda-beda. Dengan demikian, setiap materi kampanye akan disesuaikan dengan sasaran masyarakat yang ingin dicapai.

Selain kerja sama kampanye pencegahan korupsi, kementeriannya juga mempersilakan KPK mengadaptasi sistem perizinan online yang dimiliki oleh Kementeiran Informasi dan Teknologi ke dalam sistem pengaduan pelayanan masyarakat yang kerap disebut “Jaga”.

“Sistem kami sudah otomatis sehingga bisa diadaptasikan ke sistem Jaga dan bisa digunakan oleh seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah di Indonesia,” paparnya.

Komisioner KPK Basari Panjaitan mengatakan sistem informasi “Jaga” memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaporkan pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan yang dinilai masih di bawah standar.

“Laporan-laporan ini akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Sekarang ini sudah ada tim siber pungli nanti akan diteruskan ke tim itu,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencegahan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top