Presiden: SDM Tangguh Kunci Menangkan Persaingan

Dalam era persaingan antar negara seperti saat ini, salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk memenangkan persaingan adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, cerdas dan kuat.
Arys Aditya | 21 Desember 2016 00:55 WIB
Presiden Joko Widodo - Antara/Widodo S Jusuf

Kabar24.com, JAKARTA-- Dalam era persaingan antar negara seperti saat ini, salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk memenangkan persaingan adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, cerdas dan kuat.

Oleh karena itu, dalam setiap kunjungan ke daerah, Presiden Joko Widodo selalu menyempatkan diri untuk menyaksikan penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk memastikan anak-anak Indonesia memiliki gizi yang baik.

Melalui siaran pers, Selasa (20/12/2016), ketika berkunjung ke Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyaksikan penyerahan PMT di halaman Sekolah Dasar Trisari 3.

Pemberian makanan tambahan ini bukan berarti menggantikan asupan dari makanan lainnya, tapi menambah dari yang sudah dikonsumsi sehngga anak-anak sekolah dasar, balita dan bayi di dalam kandungan memiliki gizi yang lebih baik lagi.

"Tambahan makanan ini manfaatnya akan dirasakan 20-30 tahun mendatang," ujar Presiden.

Untuk ibu hamil makanan tambahan yang dikonsumsi tergantung dari usia kehamilan. "Dua keping per hari untuk ibu hamil usia satu sampai tiga bulan," kata Jokowi.

Tapi, Presiden mengingatkan bahwa sumber asupan lainnya tetap pentng untuk ibu hamil. "Penting sekali sumber protein, ikan, daging, telur, tahu dan tempe. Bagi ibu hamil 4 sampai 9 bulan dikonsumsi 3 keping sehari. ‎Janga‎n kebanyakan nanti terlalu gemuk bayi yang dikandung," ujarnya.

Untuk balita berumur sampai 11 bulan menkonsumsi 8 biskuit per hari. Untuk anak usia 1 tahun sampai 6 tahun mengkonsumso 12 keping sehari. "Anak-anak sekolah, biskuitnya dimakan 6 keping per hari," kata Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, gizi anak

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top