Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata, Donald Trump Menyukai Obama

Presiden Amerika Serikat Barack Obama punya penggemar baru, siapa dia?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 November 2016  |  11:43 WIB
Ternyata, Donald Trump Menyukai Obama
Presiden terpilih AS Donald Trump bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, Washinton, Kamis (10/11/2016) atau Jumat (11/11/2016). - REUTERS
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Barack Obama punya penggemar baru, siapa dia?

Ternyata, tidak lain dan tidak bukan adalah Donald Trump, sang presiden terpilih yang akan segera menggantikannya di Gedung Putih Januari tahun depan.

Setelah berbulan-bulan menista Obama sebagai pemimpin gagal yang tidak patut menjadi presiden, Trump akhirnya menemukan kata-kata indah untuk melukiskan orang yang akan digantikannya di Gedung Putih 20 Januari tahun depan nanti.

"Saya enggak menyangka saya ternyata menyukai beliau. Saya sempat beranggapan mungkin saya tidak akan menyukainya, ternyata saya malah menyukainya. Saya sungguh menyenangi beliau," kata Trump dalam wawancara dengan New York Times.

Obama, seorang Demokrat, bertemu dengan Trump di Ruang Oval pada 10 November, dua hari setelah Pemilu Presiden.  Sejak itu, kata Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest, keduanya terus berkomunikasi dengan menyinggung komitmen Obama kepada proses transasi kekuasaan yang lembut.

"Saya telah menggelar pertemuan yang bagus sekali dengan Presiden Obama. Saya sungguh menyukai dia," kata Trump kepada The Times.

Obama yang juga sempat mengeluarkan kalimat-kalimat keras kepada Obama sewaktu berkampanye untuk calon presiden dari Demokrat Hillary Clinton, menegaskan, bahwa suasana panas selama kampanye harus dikesampingkan demi menjamin transisi kekuasaan yang mulus dan melindungi pilar demokrasi Amerika.

Trump mengaku kepada The Times, bahwa Obama memberi tahu dia soal yang dianggapnya masalah terbesar negara ini, namun Trump tak mau mengungkapkan apa masalah terbesar itu.

Trump, yang bersumpah akan mencampakkan sejumlah kebijakan Obama, terlihat lebih rekonsiliatif dengan presiden yang kewarganegaraannya pernah dia masalahkan.

"Beliau menyampaikan hal yang indah sekali setelah pertemuan itu dan saya juga menyampaikan hal yang sangat indah kepada beliau," kata Trump seperti dikutip Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

barack obama Donald Trump

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top