Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutanan 'Rebutan' Kelola Kebun Buah Mangun

Pengelolaan Kebun Buah Mangunan di Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta pengelolaannya masih 'diperebutkan' antara Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutanan dan Pertanian.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 08 November 2016  |  09:34 WIB
Ilustrasi. - Bisnis
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, BANTUL - Pengelolaan Kebun Buah Mangunan di Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta pengelolaannya masih 'diperebutkan' antara Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutanan dan Pertanian.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengusulkan Kebun Buah Mangunan di Kecamatan Dlingo pengelolaannya masuk Dinas Pariwisata, organisasi baru yang akan terbentuk pada 2017.

"Kami berpendapat semestinya pengelolaan Kebun Buah Mangunan dalam SOTK (struktur organisasi dan tata kelola) baru, dimasukkan Dinas Pariwisata saja," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Setiya di Bantul, Selasa (8/11/2016).

Menurut dia, usulan pengelolaan Kebun Buah Mangunan dibawah Dinas Pariwisata itu sudah disampaikan saat pembahasan KUA (Kebijakan umum anggaran) 2017. Sebelumnya sampai saat ini Kebun Buah Mangunan masih dikelola Dinas Pertanian dan Kehutanan.

Setiya mengatakan, setidaknya ada tiga alasan terkait pengusulan itu, yaitu kondisi eksisting saat ini pengelolaan Kebun Buah Mangunan lebih dominan pariwisata ketimbang pertanian.

" Lihat saja anggaran yang dikucurkan lebih banyak pembangunan infrastruktur untuk memfasilitasi wisatawan daripada pengembangan aspek pertaniannya. Belum lagi, pendapatan Kebun Buah juga didominasi retribusi wisatawan yang datang untuk menikmati pemandangan, bukan dari penjualan buah," katanya.

Apalagi, kata dia, kalau dilakukan survei, wisatawan yang datang ke destinasi wisata di wilayah perbukitan itu juga lebih karena ingin menikmati pemandangan, dan bukan karena menikmati buah hasil pertanian meskipun disebut kebun buah.

Setiya mengatakan, alasan lainnya karena dinas pertanian yang akan bergabung dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan memiliki beban kerja yang amat besar dan penting, yang dikhawatirkan perhatian untuk Mangunan mendominasi dibanding bidang lain.

"Masa anggaran untuk puskeswan (pusat kesehatan hewan) di Dinas Pertanian saja tidak ada 10 persen dari anggaran Kebun Buah Mangunan, padahal kita ingin swasembada daging. Kalau seperti ini kan jomplang," katanya.

Alasan selanjutnya, kata dia, karena Dinas Pariwisata justru berkurang bebannya dengan berdiri sendirinya Dinas Kebudayaan, sehingga logis kalau ditambahkan urusan Kebun Buah Mangunan yang urusannya juga pariwisata.

Namun demikian, Komisi B memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pertanian dan Kehutanan selama ini yang sudah membuat Kebun Buah Mangunan bisa memberikan kontribusi pendapatan yang terus meningkat rata-rata di atas Rp1,5 miliar per tahun.

"Ini tantangan untuk Dinas Pariwisata nantinya, agar rumor adanya dugaan kebocoran di beberapa TPR (tempat pemungutan retribusi (TPR) pariwisata selama ini dapat dibuktikan tidak benar," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dinas pariwisata suku dinas pertanian dan kehutananan

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top