Wanita Pemicu Krisis Politik di Korsel Ditahan Kejaksaan

Seorang perempuan yang menjadi pusat skandal politik yang membawa kepresidenan Korea Selatan ke dalam krisis ditahan pada Senin (31/10/2016) malam, kata jaksa, beberapa jam setelah dia tiba di kantor jaksa setempat untuk menjawab beberapa pertanyaan.
Martin Sihombing | 02 November 2016 05:14 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Presiden Korea Selatan Park Geun-hye di istana kepresidenan Blue House, di Seoul, Korea Selatan, Senin (16/5). - REUTERS/Kim Min Hee

Bisnis.com, SOEUL -  Seorang perempuan yang menjadi pusat skandal politik yang membawa kepresidenan Korea Selatan ke dalam krisis ditahan pada Senin (31/10/2016) malam, kata jaksa, beberapa jam setelah dia tiba di kantor jaksa setempat untuk menjawab beberapa pertanyaan.

Para jaksa penuntut menyelidiki tuduhan terkait Choi Soon Sil yang memanfaatkan pertemanannya dengan presiden Park Geun Hye untuk mempengaruhi urusan negara dengan cara memperoleh akses terhadap dokumen-dokumen rahasia dan menguntungkan diri sendiri melalui sejumlah yayasan non-profit, kata jaksa lainnya.

Park berada dalam tahun keempat dari lima tahun masa jabatannya, dan krisis itu memberikan ancaman terhadap pengambilan kebijakan yang dapat menjadi lebih rumit pada saat-saat akhir masa jabatannya, yang biasanya dilakukan saat mendekati akhir masa kepresidenan satu kali di Korea Selatan.

Oleh karena khawatir bahwa Choi kemungkinan akan melarikan diri atau memusnahkan barang bukti, para jaksa menahannya tanpa surat perintah penahanan, Kantor Berita Yonhap Korea Selatan melaporkan.

Pejabat jaksa itu mengkonfirmasi baha dia telah ditahan dan dibawa ke sebuah lokasi tahanan di Seoul, tanpa memberikan informasi lanjut.

Pada Selasa pagi, Choi tiba dengan menggunakan bus tahanan di kantor jaksa, dikawal oleh sejumlah sipir, menurut siaran langsung dari Yonhap News TV.

Pengacara Choi tidak memberikan komentar langsung terkait kejadian itu pada Selasa.

Berdasarkan undang-undang Korea Selatan, seorang tersangka dapat ditahan dengan penangkapan darurat tanpa surat perintah hingga 48 jam. Penahanan lebih lama memerlukan sebuah surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh pengadilan.

Choi meminta maaf saat dirinya tiba untuk menemui para jaksa pada Minggu pagi.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Segye Ilbo yang diterbitkan pada Kamis, Choi mengatakan bahwa dia mendapatkan rancangan pidato milik Park setelah dirinya memenangi pemilihan umum, namun dia menyangkal adanya akses terhadap material resmi lainnya, atau bahwa dirinya mempengaruhi urusan negara atau mendapatkan keuntungan pribadi.

Park mengatakan pada minggu lalu bahwa dia telah memberi akses rancangan pidato kepada Choi pada awal masa jabatannya dan memohon maaf kepada publik karena memicu kekhawatiran.

Ribuan orang warga Korea Selatan melakukan aksi massa di Seoul pada Sabtu malam, menuntut Park untuk turun dari jabatan dikarenakan skandal itu.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korsel, presiden korsel

Sumber : ANTARA/REUTERS
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top