Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aktivitas Gunung Bromo Belum Stabil

Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan aktivitas Gunung Bromo belum stabil.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Oktober 2016  |  05:51 WIB
Aktivitas Gunung Bromo Belum Stabil
Gunung Bromo - Reuters/Beawiharta
Bagikan

Kabar24.com, PROBOLINGGO - Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan aktivitas Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut tersebut belum stabil.

"Secara umum aktivitas Gunung Bromo belum stabil dan statusnya masih tetap siaga dengan radius aman diluar 2,5 kilometer dari kawah aktif," katanya saat dihubungi dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu malam (9/10/2016).

Menurutnya, kegempaan Gunung Bromo dicirikan oleh gempa tremor yang energi tremornya sejak 26 Sep 2016 atau sejak statusnya menjadi siaga cenderung naik perlahan, namun berfluktuasi hingga saat ini. "Deformasi atau kembang kempisnya tubuh Gunung Bromo masih berfluktuasi juga."

Aktivitas Gunung Bromo pada 9 September 2016 pukul 12.00-18.00 WIB tercatat secara visual terlihat cuaca mendung, angin tenang, suhu udara 14-16 derajat celcius, Gunung Bromo kabut, kemudian terpantau juga turun gerimis - hujan (10,5 milimeter).

"Secara visual, asap kawah Gunung Bromo juga tidak dapat teramati karena tertutup kabut dan secara seismik tercatat tremor Gunung Bromo terus menerus dengan amplitudo maksimum 0,5-10 milimeter, namun dominan ampitudonya 1 milimeter," kata Hendra.

Sedangkan pada 9 September 2016 pukul 00.00-06.00 WIB tercatat secara visual cuaca mendung, angin tenang hingga sedang, suhu udara 12-14 derajat celcius, Gunung Bromo jelas-kabut, kemudian asap kawah teramati putih sedang-tebal, tekanan lemah-sedang, tinggi asap berkisar 50-300 meter dari puncak kawah kearah barat.

"Dari pos pengamtan gunung api (PPGA) Bromo di Desa Ngadisari juga terdengar suara gemuruh lemah, sesekali teramati sinar api sama-samar dari kawah. Secara seismik terekam gempa tremor dengan amplitudo maksimum 0,5 - 7 milimeter dan dominan 1 milimeter," ujarnya.

Sementara itu, sebagian alat pemantau aktivitas Gunung Bromo milik PVMBG yang dipasang di Lautan Pasir, Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo hilang pada 18 September 2016.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat beberapa alat yang hilang adalah logger tiltmeter ts4200, POE, switch hub 8 port, regular solar panel, moxa serial to utp converter, looger gas sensor CO2, antena broadband, dan DC to DC converter, padahal peralatan tersebut berada dalam satu boks beton ukuran 1,5 x 2 meter dalam keadaan terkunci dan dilindungi pagar.

PVMBG menaikkan status Gunung Bromo yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III) terhitung sejak 26 September 2016 pukul 06.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung bromo

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top