Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JAKARTA TEMPOT DOELOE: Ini Asal Usul Nama Kampung Makassar Jakarta Timur

Kampung Makassar adalah kampung tua di Jakarta Timur, yang kini menjadi kawasan padat penduduknya, meliputi wilayah Kelurahan Makassar, dan sebagian Kelurahan Kebun Pala, Kecamatan Kramatjati.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 27 September 2016  |  20:28 WIB
Monas Jakarta. Ilustrasi - commuterline.com
Monas Jakarta. Ilustrasi - commuterline.com

Bisnis.com, JAKARTA-Kampung Makassar adalah kampung tua di Jakarta Timur, yang kini menjadi kawasan padat penduduknya, meliputi wilayah Kelurahan Makassar, dan sebagian Kelurahan Kebun Pala, Kecamatan Kramatjati.

Mengenai Kampung Makassar itu Zaenuddin HM menjelaskan dalam bukunya “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman, diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012.

Dijelaskan bahwa kawasan itu sejak 1686 dijadikan sebagai tempat permukiman orang-orang Makassar, di bawah pimpinan kapten Daeng Matara, yang disebut Kampung Makasar.

Mereka adalah bekas tawan perang yang dibawa ke Batavia, setelah kerajaan Goa, di bawah sultan Hasanuddin yang tunduk kepada Kompeni, yang sepenuhnya dibantu oleh kerajaan Bone dan Soppeng.

Pada awalnya, mereka di Batavia diperlakukan sebagai budak, kemudian dijadikan pasukan bantuan, dan dilibatkan dalam berbagai peperangan yang dilakukan oleh Kompeni.

Mereka pada 1673 ditempatakan di sebelah utara Amanusgracht, yang kemudian dikenal dengan sebutan Kampung Baru.

Mungkin merasa bukan bidangnya, tanah di Kampung Makassar, yang diperuntukkan bagi merek itu, tidak mereka garap sendiri, melainkan disewakan kepada pihak ketiga, akhirnya jatuh ke tangan Frederik Willem Preyer.

Salah satu putri Daeng Matara menjadi isteri pangeran Purbaya dari Banten, yang memiliki beberapa rumah dan ternak di Condet, yang terletak di sebelah barat Kampung Makasar.

Pada 1810 pasukan orang-orang Makassar oleh Daendels secara administrasi digabungkan dengan pasukan orang-orang Bugis.

Awal abad ke-20 menjadi milik keluarga Rollinsorn, yaitu ketika Entong Gendut memimpin segerombolan orang berkerumun di depan Villa Nova, rumah Lady Rollinson, pemilik tanah partikelir Cililitan Besar. Demikianlah

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta batavia sejarah
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top