Kaltim Gandeng Perusahaan Hutan dan Sawit Lindungi Orang Utan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan melibatkan pelaku usaha kehutanan dan perkebunan dalam upaya konservasi orang utan di daerah tersebut.
Samdysara Saragih | 10 Agustus 2016 19:18 WIB
Orangutan - Indonesia Travel

Kabar24com, DENPASAR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan melibatkan pelaku usaha kehutanan dan perkebunan dalam upaya konservasi orang utan di daerah tersebut.

Pelestarian orang utan dilakukan dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Orangutan Bentang Alam Wehea-Kelay. Selain pelaku usaha, ada pula masyarakat adat dan lembaga swadaya masyarakat.

Ketua Forum KEE Wehea-Kelay Riza Indra Riadi menuturkan forum yang dipimpinnya itu bersifat terbuka sehingga semua pemangku kepentingan dapat berkontribusi langsung dalam pengelolaan KEE Koridor Orangutan Bentang Alam Wehea-Kelay.

“Kebersamaan ini kami harapkan dapat juga mendukung upaya pembangunan hijau Pemprov Kaltim yang saat ini dilakukan melalui Kesepakatan Pembangunan Hijau,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (10/8/2016).

Riza mengungkapkan lebih dari 75% populasi orang utan Kalimantan berada di luar kawasan konservasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pemprov Kaltim lalu berinisiatif untuk mengembangkan KEE Wehea-Kelay seluas 308.000 hektare (ha) sebagai habitat orang utan dalam skala bentang alam.

Pertimbangan pemilihan KEE Wehea-Kelay juga didasarkan tingginya keanekaragaman hayati dan kandungan stok karbon yang terkandung di dalamnya. “Kawasan ini juga berfungsi sebagai penyedia jasa lingkungan bagi masyarakat, sebagai sumber air, makanan, maupun sumber kehidupan lainnya,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kaltim ini.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tachrir Fathoni mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim menetapkan koridor orang utan dalam KEE. “Ini merupakan upaya pelestarian habitat orang utan dalam skala besar yang pertama kali dilakukan di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai bagian dari acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional yang diselenggarakan di Taman Nasional Bali Barat, Bali, Forum KEE Wehea-Kelay menyampaikan dokumen rencana pengelolaan KEE Koridor Orangutan Bentang Alam Wehea-Kelay kepada Tachrir Fathoni.

Pihak-pihak yang tergabung dalam forum KEE  adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim; BLH Kaltim; Badan Pengelola Hutan Lindung Wehea (BP-Huliwa) Kabupaten Kutai Timur, Lembaga Adat Wehea, The Nature Conservancy (TNC) Indonesia.

Adapun anggota perusahaan adalah PT Gunung Gajah Abadi, PT Narkata Rimba, PT Karya Lestari, PT Wanabhakti Persada Utama, PT Acacia Andalan Utama, dan perusahaan perkebunan sawit PT Nusantara Agro Sentosa.

Tag : kaltim, kalimantan timur, konservasi, orang utan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top