Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Impor Ilegal Raup Untung Hingga Rp1 Miliar per Bulan

Pelaku impor barang bekas dan tekstil ilegal lainnya yang disergap di bilangan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur pada Jumat (29/7/2016) oleh Polda Metro Jaya diprediksi meraup untung hingga Rp1 miliar per bulan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 01 Agustus 2016  |  19:30 WIB
Beragam Mainan Anak-Anak.  - Jibiphoto
Beragam Mainan Anak-Anak. - Jibiphoto

Kabar24.com, JAKARTA—Pelaku impor barang bekas dan tekstil ilegal lainnya yang disergap di bilangan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur pada Jumat (29/7/2016) oleh Polda Metro Jaya diprediksi meraup untung hingga Rp1 miliar per bulan.

Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea Cukai Riau-Sumbar Muhtadi menyebutkan barang-barang illegal berupa pakaian tas, dan sepatu, tersebut didatangkan dari Korea dan Jepang dengan harga Rp1juta-Rp1.5 Juta.

“Harga beli atau jual di Riau sekitar Rp1 juta-Rp1.5 juta,” katanya Senin (1/8/2016).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Awi  Setiyono menyebutkan harga jual per bal di Jakarta mencapai Rp2 juta-Rp3 juta. Dalam penangkapan kali ini, pihak kepolisian menyita 2216 bal pakaian bekas.

Pelaku impor ilegal disebut bisa menjual rata-rata hingga 300 bal setiap bulannya.

Barang-Barang dari Korea dan Jepang tersebut masuk ke Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di sepanjang Pantai Timur Sumatra. Barang-barang tersebut sebelumnya di tumpuk di pelabuhan di Malaysia untuk kemudian dimasukkan secara ilegal ke Indonesia.

Adapun alasan penyitaan ini karena barang tersebut dilarang secara hukum karena berpotensi menularkan penyakit. Ada pula alasan lain yakni persaingan dengan usaha teksti legal di Indonesia.

MAINAN

Selain barang berupa pakaian dan sepatu, dalam penyitaan pada Jumat (29/7/2016) polisi juga menyita truk berisi mainan anak-anak seperti lego dan mainan piano.

Inayat Iman, Direktur Penindakan Niaga Kementerian Perdagangan mengatakan mainan illegal ini berbahaya, khususnya bagi anak-anak karena mengandung pewarna. Selain itu mainan ini juga tidak mencantumkan keterangan dalam bahasa Indonesia.

“Kalau anak-anak kan dari tangan ke mulut, berbahaya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor ilegal pakaian bekas
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top