Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penembakan Baton Rouge: Penembak Tiga Polisi Ternyata Mantan Anggota Marinir AS

Seorang mantan mariner AS menembak mati tiga polisi di Baton Rouge hampir dua pekan setelah seorang warga kulit hitam ditembak mati di tempat yang sama da memicu aksi protes besar-besaran serta menewaskan lima polisi wilayah Dallas.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Juli 2016  |  11:43 WIB
Mobil sherif East Baton Rouge Sheriff dengan lubang bekas tembakan tampak dekat lokasi penembakan terhadap sejumlah polisi di Baton Rouge, Louisiana, AS (17/7/2016). - Reuters/Jonathan Bachman
Mobil sherif East Baton Rouge Sheriff dengan lubang bekas tembakan tampak dekat lokasi penembakan terhadap sejumlah polisi di Baton Rouge, Louisiana, AS (17/7/2016). - Reuters/Jonathan Bachman

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang mantan mariner AS menembak mati tiga polisi di Baton Rouge hampir dua pekan setelah seorang warga kulit hitam ditembak mati di tempat yang sama da memicu aksi protes besar-besaran serta menewaskan lima polisi wilayah Dallas.

Pelaku yang mengenakan seragam hitam bersenjata laras panjang itu ditembak mati beberapa menit setelah terjadi baku tembak. Dia tidak bisa mengelak karena dikepung oleh satuan polisi setempat.

Dua orang polisi resor Baton Rouge dan satu deputi sherif tewas, sedangkan seorang deputi sheriff lainnya mengalami luka parah sebagaimana dikutip Reuters, Senin (18/7/2016).

Kolonel Mike Edmonson, kepala kepolisian negara bagian Louisiana menyatakan kepada wartawan bahwa pria bersenjata itu bertindak sendiri, berbeda dari informasi sebelumnya bahwa mereka tengah mencari para penembak lainnya.

Masih belum diperoleh keterangan apakah ada hubungan antara kejadian tragis kemarin waktu setempat tersebut dengan kerusuhan yang terjadi akibat dua pria kulit hitam ditembak polisi pada awal bulan ini.

Kedua pria tersebut adalah Alton Sterling, 37 yang ditembak di Baton Rouge pada 5 Juli dan Philando Castile, 32 yang ditembak mati di dekat gereja St. Paul, Minnesota keesokan harinya.

Pihak kepolisian tidak menyebutkan nama mantan marinr tersebut, namun seorang pejabat pemerintah AS menyebutkan bahwa pria itu bernama Gavin Long asal Kansas City, Missouri. Pria berkulit hitam itu dilaporkan sebuah media berusia 29 tahun.

Long pernah bertugas sebagai marinir mulai Agustus 2010 dan meraih pangkat sersan. Dia juga pernah bertugas di Irak mulai Juni sampai Januari dan meraih sejumlah medali dan penghargaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat ditembak

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top