Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BREXIT: Sebelum Ditembak, Jo Cox Pernah Diteror

Anggota parlemen Inggris Jo Cox yang tewas pada Kamis (16/6/2016) dialporkan pernah menghubungi polisi setelah menerima sejumlah teror. Polisi kemudian telah membekuk seorang pria terkait kasus ini pada Maret lalu.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 17 Juni 2016  |  16:00 WIB
BREXIT: Sebelum Ditembak, Jo Cox Pernah Diteror
Yvette Cooper, anggota parlemen dari Partai Buruh, memeluk pendeta di gereja St Peter setelah pembacaan riwayat Jo Cox, pembuat kebijakan oposisi di Partai Buruh, di Birstall dekat Leeds, 16 Juni 2016. - REUTERS
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA— Anggota parlemen Inggris Jo Cox yang tewas pada Kamis (16/6/2016) dialporkan pernah menghubungi polisi setelah menerima sejumlah teror. Polisi kemudian telah membekuk seorang pria terkait kasus ini pada Maret lalu.

Pihak kepolisian mengatakan pria yang mereka tahan pada waktu itu bukanlah pria berusia 52 tahun yang ditahan di West Yorkshire dan ditemukan di dekat lokasi penembakan.

“Petugas menerima adanya laporan komunikasi yang mengandung bahaya dari Jo Cox MP dan pada Maret 2016 menangkap seorang pria sehubungan dengan penyelidikan. Pria itu kemudian mendapat peringatan polisi,” kata pihak kepolisian seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/6/2016).

Cox (41) merupakan anggota parlemen dari partai Oposisi Labour Party dan pendukung yang vokal atas keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Dia meninggal setelah ditembak dan ditusuk berulang-ulang oleh seorang pria yang kata para saksi meneriakkan “Britain fisrt’.

Kedua belah pihak baik yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan memilih untuk tetap bergabung menghentikankampanye setelah serangan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penembakan Brexit

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top