PG Pesantren dan Meritjan Tak Pasok Gula Lagi untuk OPM Kota Kediri

Pabrik Gula Pesantren Baru dan Meritjan tak lagi terlibat dalam operasi pasar murni Kota Kediri kali ini. n
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 02 Juni 2016  |  19:14 WIB
PG Pesantren dan Meritjan Tak Pasok Gula Lagi untuk OPM Kota Kediri
Pabrik Gula Pesantren Baru dan Meritjan tak lagi terlibat dalam operasi pasar murni Kota Kediri kali ini. - Bisnis
Bisnis.com, KEDIRI -- Pabrik Gula Pesantren Baru dan Meritjan tak lagi terlibat dalam operasi pasar murni Kota Kediri kali ini.
 
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi Kota Kediri Yetty Sisworini mengatakan sebagian produksi gula kedua PG di bawah PTPN X itu dipasok untuk OPM yang dilakukan Pemprov Jawa Timur. 
 
"Gubernur memerintahkan agar semua PG di Jatim memasok produksinya ke provinsi untuk pelaksanaan OPM Pemprov," kata Yetty, Kamis (2/6/2016).
 
Akibatnya, Pemkot tak mendapatkan jatah gula dari kedua PG yang berlokasi di Kota Kediri itu. Padahal dalam OPM yang digelar Pemkot menjelang libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu itu, kedua PG memasok 5 ton.
 
Beruntung, Pemkot Kediri bisa memperoleh suplai dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero). PPI akan memasok gula sebanyak 350 kg per titik dengan harga Rp12.000 per kg. 
 
Pemkot menanggung biaya angkut dari gudang PPI di Madiun Rp1.000 per kg sehingga bahan pemanis itu bisa dijual Rp11.000 per kg dalam pelaksanaan OPM Pemkot selama 8-28 Juni. 
 
Dalam OPM di 46 kelurahan dan Pasar Setono Bethek itu, Pemkot juga akan mengguyur 150 zak beras premium, 192 bungkus minyak goreng, dan 150 kg telur ayam ras di setiap titik. 
 
Beras premium dibanderol Rp45.000 per zak (isi 5 kg) setelah Pemkot menanggung ongkos angkut Rp2.500 per zak. Gula kristal putih dibanderol Rp11.000 per kg setelah pemerintah menanggung ongkos angkut Rp1.000 per kg. 
 
Sementara itu, minyak goreng dijual Rp19.000 per bungkus (kemasan 1,8 liter) setelah pemerintah menyubsidi biaya angkut Rp2.000 per bungkus. Adapun telur ayam ras dipatok Rp18.000 per kg.
 
"Ini untuk menekan harga pasar yang menjulang tinggi," ujar Yetty. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operasi pasar murni, pg pesantren baru, pg meritjan

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup