Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tebu Bulu Lawang Dominasi Musim Giling PTPN X Tahun Ini

Varietas bulu lawang merupakan varietas dengan jumlah terbesar yang akan digiling PTPN X pada musim giling tahun ini.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 15 Mei 2016  |  23:53 WIB
Tebu Bulu Lawang Dominasi Musim Giling PTPN X Tahun Ini
Ilustrasi. Varietas tebu bulu lawang merupakan varietas dengan jumlah terbesar yang akan digiling PTPN X pada musim giling tahun ini. - Bisnis

Bisnis.com, KEDIRI -- Varietas tebu bulu lawang merupakan varietas dengan jumlah terbesar yang akan digiling PTPN X pada musim giling tahun ini. 

Dominasi bulu lawang diketahui berdasarkan data taksasi Maret 2016 pada 62.000 hektare kebun tebu rakyat di wilayah 11 pabrik gula milik PTPN X. 

"Varietas bulu lawang ini adalah varietas terbanyak yang ditanam petani, yakni sebesar 53%," kata Konsultan Pengembangan Varietas Introduksi PTPN X Eka Sugiyarta dalam siaran pers, Minggu (15/5/2016). 

Empat varietas lainnya yang ditanam petani tebu rakyat mencakup varietas PS 862 sebesar 13% dan PS 881 sebesar 8%. Sisanya, ada varietas PS 864 dan PS JK 922 yang merupakan varietas tebu masak tengah.

Adapun PS 864 adalah varietas tebu dengan spesifikasi untuk tanam lahan kering, seperti di wilayah pengembangan Madura.

Eka menjelaskan bulu wawang masih menjadi primadona di kalangan petani tebu karena varietas itu memiliki karakter mudah klentek (daun tua mudah mengelupas). Masalah yang muncul adalah adalah rendemen varietas bulu lawang yang bila masak lambat, tetapi bobotnya tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptpn x produksi gula musim giling varietas bulu lawang
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top