Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deponeering Kasus Abraham Samad dan BW: Jaksa Agung Siap Hadapi Gugatan di Pengadilan

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyadari keputusannya terhadap kasus penyidik dan dua mantan pimpinan KPK, yakni Novel Baswedan, Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW) tidak akan memuaskan semua pihak. Oleh karena itu ia akan melayani pihak-pihak yang keberatan di dalam jalur hukum.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 03 Maret 2016  |  18:29 WIB
Deponeering Kasus Abraham Samad dan BW: Jaksa Agung Siap Hadapi Gugatan di Pengadilan
Plt pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki (dari kiri) bersama Jaksa Agung HM Prasetyo, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly (tak tampak) saat melakukan konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/3/2015). - Antara/Hafidz Mubarak A
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyadari keputusannya terhadap kasus penyidik dan dua mantan pimpinan KPK, yakni Novel Baswedan, Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW) tidak akan memuaskan semua pihak. Oleh karena itu ia akan melayani pihak-pihak yang keberatan melalui jalur hukum.

“Kita tidak mungkin memuaskan semua pihak. Pihak-pihak yang tidak puas akan kami layani di pengadilan,” katanya, Kamis (3/3/2016).

Seperti telah diketahui, Jaksa Agung Prasetyo hari ini mengumumkan deponeering atau mengenyampingkan perkara AS dan BW demi kepentingan umum.

Ia berharap keputusan deponeering ini dapat diterima semua pihak.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hak prerogatif yang diberikan kepadanya berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 Pasal 35 tentang Kejaksaan Agung.

Prasetyo menjelaskan pertimbangan untuk deponeering kasus AS dan BW karena mempertimbangkan proses pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ia khawatir mempidanakan pejabat di bidang antikorupsi dapat menurunkan semangat pemberantasan koruptor di Indonesia.

Mengingat korupsi di Indonesia sudah sangat masif, sistematis, dan agresif.

Menurut Prasetyo, kerugian yang ditimbulkan pun bukan hanya kerugian negara, melainkan hingga hilangnya kepercayaan masyarakat juga investor asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad bambang widjojanto Kejaksaan Agung
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top