Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korban DBD di Jateng Meningkat, Gubernur Ajak Warga Berantas Jentik

Meningkatnya korban meninggal akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD), membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan instruksi kepada semua masyarakat agar gencar melakukan gerakan memberantas jentik nyamuk dengan gropyokan.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 19 Februari 2016  |  13:43 WIB
Korban DBD di Jateng Meningkat, Gubernur Ajak Warga Berantas Jentik
Sejumlah pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) menjalani perawatan di RSUD Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/2). - Antara

Kabar24.com, SEMARANG - Meningkatnya korban meninggal akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD), membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan instruksi kepada semua masyarakat agar gencar melakukan gerakan memberantas jentik nyamuk dengan gropyokan.

“Dalam bulan ini, semua harus berburu jentik dan tidak ada ampun. Apalagi sudah banyak korban termasuk di sini (Desa Wanadri). Saya sebarkan surat edaran ke semua masyarakat, dan itu harus ditindaklanjuti dengan gropyokan atau menyerbu jentik secara bersama-sama,” ujar Ganjar seperti dalam laman Pemprov Jateng, Jumat (19/2/2016).

Dalam kunjungan di Banjarnegara, gubernur mengucapkan turut berdukacita kepada Sri Hidayah atas meninggalnya putra tercinta, Habibi Akbar (12) akibat terjangkit DBD sekitar akhir Januari lalu. Remaja warga RT 2/RW 1 Dukuh Krajan, Desa Wanadri Banjarnegara tersebut diduga terserang DBD setelah kerap bermain dengan teman sekolahnya yang bermukim di daerah endemis DBD.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan karena di Jateng sudah ada daerah KLB DBD, salah satunya di Banyumas. Kemarin kami sudah mengadakan rakor dan sekarang menyampaikan kepada warga agar menjadi Satgas pemburu jentik,” terangnya.

Semua masyarakat di manapun, kata dia, baik di lingkungan perkantoran, permukiman, dan sekolah harus membentuk tim pemburu jentik. Warga tidak hanya menguras atau menutup tempat penampungan air di dalam rumah, namun juga membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

“Selalu membersihkan kolam dan dispenser tapi kalau lingkungan kita genangannya banyak ya percuma. Maka saya minta pak lurah, RT, RW,pemuda, dan seluruh masyarakat ayo serbu jentik,” ajaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top