Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peran Suami dalam Program KB Harus Lebih Besar

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) jangan hanya dibebankan kepada kaum perempuan (istri), namun juga laki-laki (suami).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Desember 2015  |  00:41 WIB
Mensos Khofifah Indar Parawansa - Antara
Mensos Khofifah Indar Parawansa - Antara

Bisnis.com, SEMARANG--Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) jangan hanya dibebankan kepada kaum perempuan (istri), namun juga laki-laki (suami).

"Bicara soal KB seharusnya peran laki-laki lebih besar. Jangan hanya dipasrahkan semuanya pada perempuan karena bebannya selama ini juga besar," katanya di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut diungkapkan Khofifah, yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) pada Konferensi Wilayah VII Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang.

Konferensi Wilayah (Konferwil) VII yang digelar PW Muslimat NU Jateng itu mengangkat tema "Peningkatan Religiusitas dan Kemandirian Muslimat NU".

Khofifah mengemukakan, Muslimat sejak dulu sudah melakukan sosialisasi program KB, seperti dicontohkan Ibu Wahid Hasjim, ibunya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang melakukannya sekira tahun 1960.

Ia mengatakan, peran laki-laki sebagai ayah sangat besar pula untuk membentuk karakter anak sehingga jangan hanya kaum perempuan yang dibebani tugas sebagai ibu rumah tangga untuk mengurus anak.

"Sebentar lagi kan Tahun Baru, tolonglah ikut menjaga anak-anaknya. Sekarang ini seks bebas semakin menjamur di tengah perkembangan teknologi yang memicu pergaulan bebas," katanya.

Kultur patrilineal yang lebih menonjolkan peran kaum laki-laki yang masih dianut, menurut Khofifah, harus disetarakan karena selama ini di negeri ini kaum laki-laki masih yang selalu di depan dan di atas.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Pengurus Wilayah (PWNU) Jateng Abu Hapsin, Ketua PW Muslimat NU Jateng Ismawati Khafid, serta para anggota dan pengurus pengurus cabang (PC) Muslimat NU se-Jateng.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Jateng Taufik Hidayat mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk membacakan sambutannya pada kesempatan tersebut.

"Saya menantang ibu-ibu Muslimat NU untuk ikut mengatasi persoalan angka kematian ibu hamil, KB, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di wilayah Jateng," kata Taufik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keluarga berencana

Sumber : Antara

Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top