Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REVISI UU KPK: Pembahasan RUU KPK dengan BPHN akan Dilanjutkan

Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) pernah melakukan pembahasan tentang pokok-pokok yang harus diperbaiki dalam UU KPK.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 07 Oktober 2015  |  19:12 WIB
REVISI UU KPK: Pembahasan RUU KPK dengan BPHN akan Dilanjutkan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) bersama Plt. Ketua KPK Taufiequrachman Ruki (kanan) memaparkan mekanisme penerapan pelaksanaan PP Nomor 48 Tahun 2014 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kantor Urusan Agama (KUA) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/6). - Antara/Yudhi Mahatma
Kabar24.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) pernah melakukan pembahasan tentang pokok-pokok yang harus diperbaiki dalam UU KPK.
 
"Akan kami lanjutkan dan bahkan akan diusulkan secara resmi oleh BPHN, mengenai RUU yang menurut KPK memperkuat," ujar Taufiqqurahman Ruki di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
 
Ruki menambahkan, KPK siap jika secara aktif dimintai pendapat dan masukan terkait dengan usulan RUU tersebut. Namun, KPK tidak akan secara resmi mengajukan usulan. Pembahasan yang pernah dilakukan oleh KPK dan BPHN sebelumnya memang belum sampai pada pasal demi pasal. Hal tersebut dikarenakan inisiatif perubahan harus datang dari pemerintah atau DPR.
 
KPK tidak menutup diri jika memang dibutuhkan saran dan masukan terkait rancangan tersebut. "Kalau kami dikehendaki ikut kami akan berikan (pendapat dan masukan) tapi kalau kami bicarakan secara aktif tentu tidak elok dalam sistem ketatanegaraan," ujar Ruki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

revisi uu kpk
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top