Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONFLIK TAMBANG PASIR: Tersangka Pembunuhan Salim Kancil Jadi 22 Orang

Jumlah tersangka kasus pembunuhan aktivis Salim Kancil di Lumajang, Jawa Timur, bertambah menjadi 22 orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 September 2015  |  09:49 WIB
Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Senin (28/9) - Antara
Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Senin (28/9) - Antara

Kabar24.com, LUMAJANG- Jumlah tersangka kasus penganiayaan aktivis antitambang di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah dari 18 orang menjadi 22 orang.

"Jumlah tersangka bertambah empat orang, dari 18 orang menjadi 22 orang, setelah dilakukan pengembangan penyelidikan di lapangan," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi per telepon dari Lumajang, Selasa (29/9/2015).

Dua aktivis antitambang pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian yakni Salim alias Kancil dan Tosan dianiaya oleh massa hingga menyebabkan korban Salim meninggal dunia dan Tosan mengalami luka parah, Sabtu (26/9/2015) lalu.

Kedua korban kekerasan itu dikenal sebagai warga penolak tambang pasir di pesisir Pantai Watu Pecak dan keduanya dianiaya di tempat terpisah oleh puluhan orang suruhan.

Dari 22 orang tersangka itu, lanjut dia, sebanyak 20 orang ditahan di Mapolres Lumajang dan dua tersangka tidak ditahan karena masuk kategori di bawah umur yakni berusia 16 tahun.

"Dua tersangka anak-anak itu ikut dalam penganiayaan yang dilakukan massa terhadap dua korban," katanya.

Menurut dia, kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah lagi dan penyidik masih melakukan pengembangan penyidikan dan penyelidikan di lapangan atas kasus penganiayaan berat yang dilakukan massa kepada dua warga Desa Selok Awar-Awar tersebut.

"Kalau bukti cukup kuat dan berdasarkan keterangan saksi-saksi mengarah adanya tersangka baru, maka penyidik bisa menetapkan orang tersebut sebagai tersangka," tuturnya.

Saat dikonfirmasi terkait dengan dugaan perangkat desa yang terlibat dalam kasus penganiayaan dua aktivis antitambang itu, Prabowo mengatakan penyidik masih mendalami hal itu.

"Penyidik Polda Jatim dan Polres Lumajang benar-benar serius dalam menangani kasus kekerasan yang menimpa petani antitambang itu karena dalam dua hari sudah menetapkan 22 tersangka," paparnya.

Sementara Tim Advokasi Tolak Tambang Pasir Lumajang mendesak Polres Lumajang dan Polda Jatim benar-benar serius untuk mengusut tuntas para pelaku dan aktor intelektual penganiayaan terhadap dua aktivis warga yang menolak tambang hingga menyebabkan satu warga meninggal dunia.

"Kami mendesak polisi dan aparat penegak hukum lainnya untuk serius dalam mengusut pelaku pembantaian terhadap Salim Kancil dan Tosan hingga aktor intelektual dibalik aksi kekerasan tersebut," kata anggota Tim Advokasi Tolak Tambang Pasir Lumajang, Aak Abdullah Al-Kudus


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembunuhan Salim Kancil

Sumber : Antara

Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top