Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS DWELLING TIME: Kejati DKI Kembalikan Berkas Perkara ke Polda Metro

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas perkara kasus dwelling time yang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 25 September 2015  |  17:25 WIB
Dwelling time yang kerap memicu stagnasi di Pelabuhan Tanjung Priok. - Ilustrasi
Dwelling time yang kerap memicu stagnasi di Pelabuhan Tanjung Priok. - Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas perkara kasus dwelling time yang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Pengembalian tersebut karena Kejaksaan Tinggi DKI menilai berkas perkara tersebut belum lengkap. 

"Kami mengembalikan ke penyidik Polda dengan petunjuk, yaitu dengan rumusan peristiwa diduga pidana berkisar penyuapan dan gratifikasi," ujar Adi Toegarisman, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI, Jumat (25/9/2015). 

Kejaksaan Tinggi DKI sebelumnya menerima lima berkas penyidikan kasus dwelling time dengan tersangka Musafah, Imam Ariatna, Eryatie Kuwandi, Partogi Pangaribuan, dan Hendra Sudjana. 

Dari lima berkas perkara yang dikembalikan oleh Kejati DKI, berkas perkara atas nama Hendra Sudjana sudah dinyatakan lengkap dan akan dilanjutan ke tahap kedua.

"Dua hari yang lalu, kami menerima pengembalian kembali atas nama HS. Setelah saya teliti maka dalam berkas perkara yang satu ini lengkap. Ini mau tahap kedua, penyerahan tersangka dan barang bukti dalam perkara HS ke Kejati dan akan saya teruskan ke Kejari yang bersangkutan."

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi dwelling time
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top