Ini Puisi Denny JA Untuk Almarhum Adnan Buyung Nasution

Wafatnya pengacara senior, Adnan Buyung Nasution direspon banyak kalangan dengan berbagai cara, antara lain Denny JA, tokoh Indonesia Tanpa Diskriminasi, meresponnya dengan membuat puisi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 September 2015  |  08:15 WIB
Ini Puisi Denny JA Untuk Almarhum Adnan Buyung Nasution
Adnan Buyung Nasution

Bisnis.com, JAKARTA--Wafatnya pengacara senior, Adnan Buyung Nasution direspon banyak kalangan dengan berbagai cara, antara lain Denny JA, tokoh Indonesia Tanpa Diskriminasi, meresponnya dengan membuat puisi.

"Bang Buyung adalah tipe intelektual yang semakin jarang," kata Denny JA dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis. Denny menilai Buyung Nasution adalah tipe entrepreneur intelektual, seorang cerdik pandai yang juga berperan sebagai entrepreneur sosial, menjadi aktivis, dan penggerak "civil society".

"LBH dan perjuangannya untuk negara hukum dan sikapnya yang anti diskriminasi menjadi legacy Bang Buyung," ujarnya. Bagi Denny JA sendiri, Buyung Nasution adalah salah satu suhu yang banyak menginspirasinya terutama di era ketika Denny menjadi aktivis mahasiswa tahun 80-an. Ini puisi lengkap Denny JA:

Selamat Jalan Bung!

Kepada Buyung Nasution Bung,

Bukan kepergianmu benar yang membuat kami sedih

Karena semangat juangmu tetap hidup bersama kami

Bukan kepergianmu benar yang membuat kami terpaku

Karena gagasanmu dan gagasan kami sudah menyatu

Kami sedih karena negeri yang kau tinggalkan

Belum sepenuhnya tercerahkan Kami sedih karena Korupsi masih merajalela

Diskriminasi masih kentara Kemiskinan masih banyak di desa dan di kota

Sementara banyak lembaga negara masih tak amanah mengelola kuasa

(Demikianlah para aktivis berpidato Mengenang si Abang yang hero Sementara Nina duduk termangu Baginya di Abang bukan semua itu

Baginya, Si Abang adalah guru yang membimbingnya selalu

Sejak ia masih lugu hingga kini ia tumbuh sebagai suhu

Dari si Abang ia belajar berani bersuara Dari si Abang ia belajar berpihak) Nina terus memandang wajah si Abang Yang sudah kaku terdiam

Sambil dibisikkannya salam: "Selamat jalan Bang Buyung Kami teruskan perjuanganmu yang belum selesai"

(Jakarta, 23 Sept 2015 Denny JA)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Denny JA

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup